Api cepat menyebar karena bangunan ruko masih bersifat semi permanen. Terlebih lagi barang jualan para pemilik ruko, seperti pakaian dan tabung gas, membuat api sulit dipadamkan.
Salah seorang pedagang yang rukonya menjadi korban, H Abu mengaku tidak tahu secara persis dari mana sumber api
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pedagang lainnya mengaku tidak sempat lagi menyelamatkan barang berharga karena kejadian sangat cepat dan api langsung membesar. Sejumlah pedagang yang menjadi korban tampak menangis histeris tak kuasa melihat tempat usahanya ludes terbakar.
Api cepat menjalar dari satu ruko ke ruko lainnya di Jl Jeruk serta Langsat. Tak sampai satu jam, 26 rumah toko hangus dilalap si jago merah. Mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Mamuju dan dari perusahaan swasta bekerjasama untuk memadamkan api.
Warga lainnya juga berusaha membantu memadamkan api dengan usaha seadanya. Polisi sendiri masih menyelidiki penyebab kebakaran yang kerugiaannya ditaksir ratusan juta.
"Kalau kerugian negara kita perkirakan ratusan juta rupiah. Korban jiwa sampai saat ini tidak ada. Begitu pun laporan yang masuk ke Polres, belum ada sampai detik ini ada yang kehilangan anggota keluarganya akibat kebakaran tersebut," tegas Kasat Reskrim Polres Mamuju, AKP M Erwin.
(mok/mok)











































