Saat matahari menyengat di siang bolong, Pak Murni bersama monyet peliharaanya, setia menghibur para pengendara yang melintas di jalur Tanjung Sari-Sumedang, Jabar.
Kehadiran Pak Murni dan kawan-kawannya kerap menghibur pengendara yang terkena macet di jalur tersebut. Maklum, jalur Tanjung-Sari merupakan jalur langganan macet karena kehadiran pasar yang terletak di alun-alun Tanjung Sari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah dari tahun 2010 di sini, ya lumayanlah kalau lagi ramai bisa dapat sampai Rp 100 ribu sehari. Kalau rata-rata paling dapat Rp 70 ribu seharinya," cerita pak Murni saat ditemui detikcom di lokasi, Kamis (9/8/2012).
Pak Murni menghibur pengendara dengan menyuruh Charles beratraksi akrobat diiringi tabuhan gendang. Lebih parahnya lagi, atraksi Charles bukan hanya akrobat. Ada juga atraksi percintaan dengan si kucing kecil peliharaan pak Murni yang diberi nama Meng.
Dalam atraksi percintaan, terlihat Charles memeluk si kucing, dan terkadang mengecupnya. Eits, tidak hanya itu, adegan 17+ pun juga diterapkan oleh pasangan beda spesies itu.
"Saya juga bingung kenapa dia bisa atraksi seperti itu? Padahal saya tidak mengajarkan," jawab pria beraksen Sunda ini.
Cring-cring... Uang receh pun menghampiri pak Murni dari pengendara karena aksi konyol monyet dan kucingnya. Nampaknya, aksi ini juga akan menghibur para pemudik yang terjebak kemacetan. Tidak hanya Pak Murni, pantauan detikcom, terdapat 7 seniman topeng monyet yang siap menyambut pemudik di jalur Tanjung Sari.
Hari pun mulai sore, Pak Murni terlihat bergegas dan menghitung uang dari para pengendara. Setiap harinya, pria berumur 50 tahun ini beratraksi sekitar pukul 10.00 WIB hingga Maghrib tiba. Pak Murni berharap semoga di momen mudik ini dirinya bisa meraup penghasilan yang lebih besar.
"Kalau pas lagi musim mudik bisa Rp 100 ribu, bahkan suka ada yang ngasih gede karena anaknya minta difoto bersama," tutup pak Murni sambil membereskan peralatan 'sirkusnya'.
(rvk/gah)










































