Jejak Kekerasan Ospek di Unhas
Jumat, 27 Agu 2004 00:05 WIB
Jakarta - Jika Orientasi dan Studi Pengenalan Kampus (Ospek) yang digelar di Universitas Hasanuddin (Unhas) tahun 2004 ini diwarnai dengan adanya sejumlah mahasiswa baru yang cedera dan dilarikan ke rumah sakit, mungkin bukan berita yang mengejutkan lagi bagi civitas akademika di Unhas.Pasalnya, Ospek di Unhas, dari tahun ke tahun memang kerap menimbulkan korban. Bukan hanya cedera parah, tapi juga ada yang meniggal dunia.Pada Ospek tahun 2003 lalu, Wulandari, mahasiswa baru Fakultas Kesehatan Masyarakat meniggal dunia di dalam kamar kostnya. Ditengarai, ia kelelahan sehabis mengikuti Ospek, dan penyakit jantungnya kambuh. Saat mengikuti Ospek, Wulandari memang kerap terjatuh dan tak sadarkan diri, namun saat itu, ia tetap mengikuti Ospek.Sebenarnya waktu itu, Wulan telah tuntas mengikuti Ospek yang digelar selama 3 hari. Namun, saat mulai mengikuti kuliah perdana, para mahasiswa baru kembali dimasukkan dalam ruangan, dan "dikerjai" oleh seniornya. Karena kelelahan, saat wulan dan pulang ke rumahnya, penyakitnya kambuh dan meniggal dunia.Hal yang sama juga dialami Nur Elida Tracyawati, mahasiswa baru Fakultas Teknik, Jurusan Geologi. Eli meniggal dunia saat mengikuti Bina Akrab, kegiatan yang masih rangkaian dari Ospek pada tahun 1999. Eli yang saat itu diharuskan untuk berjalan jauh, tiba-tiba kelelahan dan penyakit asmanya kambuh.Jika Eli dan Wulan meninggal dunia. Beda dengan Salman, yang harus dirawat inap di Unit Gawat Darurat (UGD) Wahidin Sudirohusodo, saat mengikuti ospek tahun 2001.Salman, mahasiswa Fakultas Teknik, jurusan Perkapalan, harus dirawat intens di RS waktu itu, karena dipukuli oleh para panitia Ospek. Akibat pemukulan ini, dosen jurusan perkapalan waktu itu mengancam tidak akan mengajar, sampai pelaku pemukulan diganjar.
(fab/)











































