"Bila pada hari biasa di tol Jakarta-Cikampek jumlahnya 16.221 kendaraan per hari, maka pada puncak arus mudik, yakni mulai H-3, diperkirakan akan mencapai 45.092 kendaraan per hari atau naik 178 persen dibandingkan hari biasa," kata Direktur Operasional Jasa Marga, Hasanudin, di Kantor Pusat Jasa Marga, Kampung Dukuh, TMII, Jakarta Timur, Jumat (10/8/2012).
Jasa Marga juga menyiapkan 200 CCTV yang disebar di sejumlah titik rawan kemacetan di dalam tol. Perbaikan ruas jalan akan dihentikan mulai H-7 lebaran untuk menghindari kepadatan kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasanudin menjelaskan pihaknya menyiapkan posko di jalur-jalur alternatif yang memiliki beragam fasilitas yang dibutuhkan pemudik. "Kita telah menyiapkan 'Posko 66' untuk mendistribusikan dan mengatur lalu lintas yang dialihkan ke jalur alternatif. Kita menyediakan tempat istirahat dan poliklinik," jelasnya.
Hasanuddin juga memaparkan rencana penutupan satu arah. "Untuk Cikampek, kita akan melakukan satu arah dari H-3 sampai H+1, atau bisa saja mulai dari H-4 atau H-5 tergantung situasi di lapangan. Kondisi jalan sudah kita cek dan layak pakai untuk mudik besok. Kita juga menyiapkan 2 kendaraan multiguna untuk kecelakaan yang tidak bisa ditangani dengan derek biasa. Kendaraaan ini ada di Cibitung dan Jagorawi, kita menyebutnya 'Komo'," papar Hasanudin.
(vid/nrl)











































