"Survei CSIS itu mengkonfirmasi saja kecenderungan elektabilitas Partai Golkar terus naik tinggi mengungguli parpol lain sebagaimana yang ditunjukkan juga oleh hampir semua survei lainnya beberapa bulan terakhir ini. Masyarakat melihat Partai Golkar sangat tepat untuk mengendalikan Lembaga Legislatif (DPR/DPRD)," ujar Ketua DPP Golkar Hadjriyanto Y Tohari, kepada detikcom, Jumat (10/8/2012).
Menurut Hadjri, hasil survei itu juga membuktikan bahwa posisi politik yang diambil Partai Golkar untuk ikut dalam koalisi parpol pendukung pemerintah tetapi PG tetap kritis di parlemen, diapresiasi masyarakat. Hadjri meyakini kinerja anggota-anggota FPG secara individual memang dianggap di atas rata-rata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Partai Golkar mengungguli survei yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Survei digelar pada 6 hingga 19 Juli 2012. Sampel yang digunakan sebanyak 1.480 responden, dengan margin of error kurang lebih 2,55 persen dan confidence level 95 persen dan tersebar di 32 provinsi (minus Papua) dengan metode tatap muka.
Survei mengondisikan Pemilu 2014 digelar pada saat dilakukan proses wawancara. Pewawancara tidak menyebutkan tokoh, nama ataupun lambang partai dan mencatatkan hasil dari yang pertama kali disebutkan oleh responden. Berikut hasilnya:
1. Partai Golkar 18 persen
2. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 11,6 persen
3. Partai Demokrat 11,1 persen
4. Partai Gerindra 5,2 persen
5. PPP 3 persen
6. PKB 2,8 persen
7. PKS 2,2 persen
8. PAN 2 persen
9. Hanura 1,5 persen
10. NasDem 1,6 persen
11. Belum punya pilihan 41 persen
(van/riz)











































