Gagal Masukkan Orang ke BPS, Calo PNS Diculik

Gagal Masukkan Orang ke BPS, Calo PNS Diculik

- detikNews
Kamis, 09 Agu 2012 20:39 WIB
Jakarta - Seorang pengusaha potong ayam di Depok berinisial Su menculik seorang pria berinisial An, calo Pegawai Negeri Sipil (PNS). An diculik lantaran gagal memasukkan anak dari Su untuk menjadi PNS di Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto saat dihubungi membenarkan adanya laporan tersebut.

"Benar ada laporan tersebut dan sudah ditangani. Pelakunya sudah tertangkap," kata Rikwanto saat dihubungi wartawan, Kamis (9/8/2012).

Peristiwa penculikan itu terjadi pada Senin (6/8) pukul 11.00 WIB. An yang saat itu ada di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat dibawa oleh sekelompok orang yang mengaku disuruh oleh Su menggunakan mobil Hyundai Atoz bernopol F 1382 CM dan Suzuki APV berwarna kuning metalik bernopol B 1403 EVG.

Peristiwa penculikan ini sendiri dilaporkan oleh Elna, kerabat dari sitri korban, ke Polda Metro Jaya pada Kamis (9/8) pagi. Kepada keluarga korban, tersangka meminta agar mereka menyediakan uang sebesar Rp 60 juta sebagai tebusan.

"Saya hanya membantu melaporkan karena keluarga korban tidak ada di Jakarta, mereka di Padang," kata Elna.

"Sudah selesai, tadi sudah digagalkan (pelakunya)," lanjut Elna.

Setelah diculik, korban kemudian dibawa dan disekap di dalam mobil di garasi rumah Su di Gang Anggrek Gas Alam, Curug, Cimanggis Depok. Selama di rumah tersangka, korban tidak diberi makan dan minum.

Korban sendiri bisa berhubungan dengan istrinya melalui telepon genggam. Nah, saat korban ditangkap oleh para pelaku di Stasiun Gambir, korban sempat menyembunyikan 1 unit HP miliknya di balik celana dalamnya agar bisa berkomunikasi dengan keluarga.

Pada Kamis (9/8) sore tadi, tersangka Su akhirnya berhasil ditangkap aparat Subdit Jatanras Polda Metro Jaya di kediamannya. Bersama Su, polisi juga menangkap AL, yang turut serta dalam penculikan tersebut.

Keduanya kini ditahan di Mapolda Metro Jaya atas dugaan kasus penculikan tersebut. Polisi kini tengah memburu seorang oknum TNI yang diduga terlibat dalam penculikan tersebut.

Kepada polisi, Su mengaku menculik korban karena korban menjanjikan akan memasukkan anak Su menjadi PNS di BPS. Su sendiri telah memberikan uang sebesar Rp60 juta kepada An. Namun, setelah 14 bulan lamanya, anak tersangka tidak juga menjadi PNS hingga akhirnya ia menyuruh orang untuk menculik korban.

(/)


Berita Terkait