Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.15 WIB saat kondisi jalan mulai padat. Saat itu bus yang dikendarai oleh Suryanto warga Bandungan tersebut hendak menyalip truk tronton, ketika kepala bus bernopol H 1433 BC itu sudah masuk di sisi kanan truk, tiba-tiba truk membelokkan kemudi ke kanan sehingga bus terdesak dan menabarak pembatas jalan dari beton.
"Mau nyalip dari kanan, kepala bus sudah masuk tapi truk malah belok ke kanan. Bus terguling ke kiri karena terpepet pembatas jalan," kata kernet bus, Muchamad Sofyan di lokasi tepat di depan Makodam IV Diponegoro, Kamis (9/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada motor dari belakang ikut tertindih di dekat pintu belakang bus," tegas Sofyan.
Penumpang bus yang berjumlah 10 orang beserta sopir dan kernetnya sempat terjebak di dalam bus karena pintu berada di sisi bawah. Mereka berhasil keluar setelah awak bus melepas kaca depan dan belakang.
"Kacanya kami copot sebagai pintu darurat," ujar kernet bus.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seorang wanita paruh baya menderita patah tulang di bagian punggung. Sementara itu awak bus dan penumpang lainnya mengalami luka-luka.
"Tadi yang parah satu, patah tulang di bagian punggung," terang Sofyan.
Sopir bus, sepuluh penumpang dan seorang pengendara motor langsung dilarikan ke RS Danubroto Banyumanik untuk dilakukan penanganan pertama. Sementara itu kernet busa dan beberapa rekannya menunggui bagian-bagian bus yang masih tergeletak di pinggir jalan.
Akibat peristiwa tersebut jalur Semarang-Yogyakarta yang melintasi Jl Perintis Kemerdekaan Semarang macet hampir selama tiga jam dari dua arah. Arus kembali normal setelah truk diangkut menggunakan mobil derek.
(alg/try)











































