"Penangkapan sebenarnya sudah seminggu lalu. Ada 10 orang yang kita sangkakan. Tapi yang terbukti 5 orang. Mereka satu komplotan," kata Kapolsek Pondok Gede Kompol Dermawan Karosekali saat dihubungi detikcom, Kamis (9/8/2012).
Dermawan mengatakan 5 pelaku tersebut ditangkap di rumah kontrakan mereka di perumahan Jati Sampurna, Cibubur, Jakarta Timur. Mereka tinggal berpindah-pindah. Di rumah kontrakan ini mereka baru tinggal sekitar 2-3 minggu.
"Mereka di situ baru. Di situ kita tangkap," jelasnya.
Modus komplotan ini yakni melempar kupon undian tersebut ke rumah-rumah penduduk. Mereka terpencar di beberapa daerah mulai dari Aceh, Tangerang, Bekasi, dan Bogor.
"Mereka bikin undian serapi mungkin terus dilempar ke rumah penduduk. Nanti penduduk ada yang menyapu, nemulah undian itu," ujarnya.
Kupon undian yang mereka buat bermacam-macam. Salah satunya kupon undian mie instan Pop Mie. Di kupon itu mereka mencatut berbagai nama pejabat daerah, pejabat Polri, dan pejabat di kantor Ditjen Pajak.
"Isinya ya kira-kira Anda mendapatkan 1 unit mobil Mazda 2. Silakan hubungi kontak nomor ini atas nama insinyur siapalah itu," jelas Dermawan.
Korban lantas menghubungi nomor telepon tersebut. Pelaku kemudian meminta nomor pin yang tertera di kupon undian tersebut. Setelah mencatat nomor pin, korban diminta menelepon kembali.
"Nanti 5 menit lagi telepon kembali, disuruh pelaku. Lalu korban menelepon. Ya benar Bu, setelah kami cek ternyata betul Ibu berhasil mendapatkan 1 mobil Mazda tanpa dikutip biaya apa pun," ungkap Dermawan menirukan modus pelaku.
Korban lalu dimintai alamat dan nomor telepon yang lengkap. Pelaku menyuruh korban menelepon mereka kembali keesokan harinya untuk konfirmasi pengiriman mobil tersebut.
"Tapi si pelaku berinisiatif telepon duluan. Ini kami mau kirimkan mobilnya naik pesawat Hercules. Tapi mohon maaf kita pakai pengawalan polisi, minta tolong dikirimkan uang. Nah, korban tertipulah dari situ," jelas Dermawan.
Menurut Dermawan, korban komplotan ini cukup banyak. Namun hanya 1 orang yang melapor ke Polsek Pondok Gede. Korban mengalami kerugian Rp 3,4 juta. Sementara di buku catatan para pelaku ada sejumlah korban.
"Di buku itu banyak. Tapi itu nggak tahu mana yang berhasil mana yang tidak," ucapnya.
Dari penangkapan 5 tersangka ini, polisi menyita 15 buku tabungan, ATM, komputer, printer, dan alat potong kupon.
(gus/nrl)











































