Kepala Dishubkominfo Jateng, Urip Sihabudin mengatakan pemasangan rambu portabel tersebut tidak dipasang pada H-10 karena khawatir adanya tangan-tangan jahil yang mengambil rambu yang hanya sifatnya sementara itu.
"Minimal H-7 dipasang, kalau H-10 takut hilang," katanya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (9/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Urip menambahkan menjelang H-10 ternyata sebagian ruas jalan masih dalam pengerjaan. Tidak hanya jalur utama, ada pun jalur alternatif yang masih dalam pengerjaan. Jalur Rembang-Pati hingga kini masih belum bisa diselesaikan.
"Demikian juga alternatif Ketanggungan-Prupuk masih dicor," jelas Urip.
"Selain itu untuk jalur Yogyakarta ke arah Weleri sudah selesai. Kemarin sudah saya cek sendiri, yang longsor sudah bisa dilewati," imbuhnya.
Meski demikian Urip menegasakan, secara umum jalur yang digunakan untuk arus mudik akan siap dilakukan walupun penyelesaian perbaikan jalan belum rampung.
"Sudah sepakat dengan PU Besok semua kegiatan perbaikan diberhentikan, alat berat disingkirkan," katanya.
(alg/trw)










































