Anggota Timses Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama, Denny Iskandar, menuding PKS akan merapat ke Foke karena ada 'mahar' antar keduanya. Menjawab hal ini, ketua Media Center Foke-Nara Kahfi Siregar, menantang tim Jokowi-Ahok untuk membuktikan hal itu.
"Kalau memang ada transaksi silakan buktikan, jangan hanya cuap-cuap di media untuk menyampaikan agenda-agenda tertentu," ujar ketua Media Center Foke-Nara, Kahfi Siregar, dalam pesan singkat kepada detikcom, Kamis (9/8/2012).
Menurut Kahfi, tuduhan itu tidak mendasar dan cenderung mengada-ada, karena PKS sendiri sudah membantahnya. "Tim Jokowi-Ahok hati-hati kalau bikin statement, nanti bisa jadi fitnah lho," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang bola di tangan PKS, kita semua tinggal menunggu keputusan PKS," kata Kahfi.
Sebelumnya, tim Jokowi-Ahok Denny Iskandar, menuding sudah ada 'deal' tertentu antara PKS dengan Foke soal koalisi putaran kedua. Pihaknya bahkan menyatakan ada 'mahar' yang diberikan sebagai harga dari koalisi itu.
"Ada transaksi, mungkin ada biaya yang dibutuhkan. Itu kan suatu kewajaran, namanya organisasi perlu biaya. Kalau kita kira-kira nggak mungkin (mengimbangi), bayangkan saja kita kampanye saja ngos-ngosan jualan baju," ujar Denny Iskandar Rabu (8/8).
(/)










































