Tertembak Polisi yang Kejar Jambret, Siswi SMP Terluka di Rahang

Tertembak Polisi yang Kejar Jambret, Siswi SMP Terluka di Rahang

Kusmayadi - detikNews
Rabu, 08 Agu 2012 15:47 WIB
Tertembak Polisi yang Kejar Jambret, Siswi SMP Terluka di Rahang
Ilustrasi/detikcom
Mataram - Polisi memastikan Yuli Hardianti (16), siswi SMPN 15 Mataram tertembus peluru anggota Brimob Polda NTB, Briptu JR, yang tengah menguber jambret di Dasan Agung, salah satu pemukiman padat penduduk di Kota Mataram, NTB. Yuli tertembus peluru memantul di bagian rahang.
 
"Kita sudah rekonstruksi di tempat kejadian pagi tadi. Saat pengejaran, terjadi dua kali penembakan. Penembakan itu telah sesuai prosedur. Yuli terkena pantulan peluru atau rekoset," kata Kapolres Mataram AKBP Kurnianto Purwoko di Mataram, Rabu (8/8/2012).
 
Yuli kini dirawat intensif di Rumah Sakit Kemala Hikmah, milik Polda NTB. Kondisinya terus membaik setelah operasi pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di rahang kiri bagian bawah, berhasil.
 
Polisi menggelar rekonstruksi Rabu pagi, tak kurang 24 jam setelah Briptu JR menguber Lalu Syamsul Rizal dan Anwar Bahari, dua pelaku penjambretan di jalan raya.
 
Dua pemuda asal Lombok Tengah itu menjambret tas Wahdah di Jl Catur Warga, Mataram. Briptu JR yang kebetulan berada di lokasi, langsung mengejar kedua jambret itu.
 
Saat pengejaran, kedua jambret itu mengarahkan sepeda motornya ke ruas Jalan Langko, dan melaju melawan arus. Tabrakan dengan kendaraan lain tak terhindarkan, namun keduanya masih bisa bangkit dan lari ke perkampungan di Kelurahan Dasan Agung dengan meninggalkan sepeda motor di jalan.
 
Tak kunjung menyerah, di tengah pengejaran, JR lalu mengambil pistolnya dan memberi tembakan peringatan. Sambil berteriak jambret, dua kali pistol milik JR menyalak. Akhirnya kedua jambret itu berhasil dibekuk, setelah warga turut memburu.
 
"Namun tak lama setelah pengejaran dan penangkapan itu, kami mendapat laporan, kalau ada anak yang terkena peluru. Kami cek dan langsung dibawa ke rumah sakit. Sudah dioperasi saat ini dan kondisinya terus membaik," kata Kurnianto.
 
Ia menyebutkan, Yuli berada pada jarak 103 meter dari lokasi tembakan peringatan. Saat itu, Yuli tengah bermain bersama 5 teman sebayanya di teras tetangga usai salat tarawih, Selasa (7/8/2012).
 
"Jadi dia bukan terkena peluru langsung. Itu artinya tembakan tidak diarahkan padanya. Jadi ia terkena pantulan peluru atau rekoset," kata Kurnianto.
 
Hasil rekonstruksi, kata Kurnianto, akan menjadi bahan Divisi Propam Polda NTB untuk memastikan apakah akan ada tindakan atau tidak pada JR. Selain itu, secara kekeluargaan, polisi juga telah berbicara dengan keluarga Yuli.

(trw/trw)


Berita Terkait