Dalam tayangan di TvOne pada Selasa (7/8) malam, dalam iklan itu terlihat aksi-aksi kemarahan Hari selaku korban lumpur Lapindo. Dia menggugat keadilan dengan berunjuk rasa, salah satunya di Wisma Bakrie.
Setelah tayangan aksi kemarahan, adegan berlanjut dengan permintaan maaf Hari. 'Akhirnya hati nurani bicara..." demikian titel yang dijadikan poin penting di iklan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya belum tahu iklan itu. Tapi saya tegaskan, ini bulan puasa. Saya tidak terima uang Rp 100 juta atau Rp 1 miliar dari keluarga Bakrie," jelas Hari yang kini berada di Kediri, Jatim saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (8/8/2012).
Hari pun belum pernah melihat iklan itu. Dia berharap, apa yang dilakukannya, pengakuan permintaan maaf di TvOne tidak dibawa ke ranah politik.
"Jadi jangan dibawa ke ranah politik. Ini menyangkut nama baik saya," terang Hari yang juga membantah isu menerima gaji rutin Rp 5 juta ini.
Hari di Kediri menumpang di rumah kerabatnya. Dia mengaku bekerja serabutan untuk bisa makan. Dia juga kembali menegaskan alasan dia melakukan permintaan maaf, bukan karena uang tetapi dengan harapan bahwa Keluarga Bakrie akan menyelesaikan urusan lumpur Lapindo pada akhir 2012.
"Saya kasihan dengan ibu saya, karena sekarang sakit karena banyak tetangga yang menuding saya berkhianat. Saya tegaskan, saya siap aksi lagi yang menghebohkan negara ini kalau tetangga meminta dukungan," tegas Hari.
(ndr/asy)











































