Kisahnya Jadi Iklan, Hari Suwandi Bantah Terima Miliaran dari Bakrie

Kisahnya Jadi Iklan, Hari Suwandi Bantah Terima Miliaran dari Bakrie

Indra Subagja - detikNews
Rabu, 08 Agu 2012 12:46 WIB
Kisahnya Jadi Iklan, Hari Suwandi Bantah Terima Miliaran dari Bakrie
Jakarta - Hari Suwandi muncul di iklan di televisi. Pengunjuk rasa yang berjalan kaki dari Porong, Surabaya ke Jakarta menuntut keadilan terkait tragedi Lapindo itu, memang sudah meminta maaf pada keluarga Bakrie. Nah, kini aksi minta maafnya itu dijadikan iklan.

Dalam tayangan di TvOne pada Selasa (7/8) malam, dalam iklan itu terlihat aksi-aksi kemarahan Hari selaku korban lumpur Lapindo. Dia menggugat keadilan dengan berunjuk rasa, salah satunya di Wisma Bakrie.

Setelah tayangan aksi kemarahan, adegan berlanjut dengan permintaan maaf Hari. 'Akhirnya hati nurani bicara..." demikian titel yang dijadikan poin penting di iklan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tangis Hari Suwandi, kemudian juga permintaan maafnya kepada keluarg Bakrie menjadi penutup iklan. Sempat muncul juga gambar Aburizal Bakrie, capres dari Golkar pada 2014 mendatang.

"Saya belum tahu iklan itu. Tapi saya tegaskan, ini bulan puasa. Saya tidak terima uang Rp 100 juta atau Rp 1 miliar dari keluarga Bakrie," jelas Hari yang kini berada di Kediri, Jatim saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (8/8/2012).

Hari pun belum pernah melihat iklan itu. Dia berharap, apa yang dilakukannya, pengakuan permintaan maaf di TvOne tidak dibawa ke ranah politik.

"Jadi jangan dibawa ke ranah politik. Ini menyangkut nama baik saya," terang Hari yang juga membantah isu menerima gaji rutin Rp 5 juta ini.

Hari di Kediri menumpang di rumah kerabatnya. Dia mengaku bekerja serabutan untuk bisa makan. Dia juga kembali menegaskan alasan dia melakukan permintaan maaf, bukan karena uang tetapi dengan harapan bahwa Keluarga Bakrie akan menyelesaikan urusan lumpur Lapindo pada akhir 2012.

"Saya kasihan dengan ibu saya, karena sekarang sakit karena banyak tetangga yang menuding saya berkhianat. Saya tegaskan, saya siap aksi lagi yang menghebohkan negara ini kalau tetangga meminta dukungan," tegas Hari.

(ndr/asy)


Berita Terkait