Keluarga Olivia dalam dialog publik 'Membongkar Kebohongan Nissan Juke' mengakui masih kecewa dengan langkah kepolisian yang menghentikan penyelidikan mengenai kecelakaan yang menewaskan Olivia.
Terlebih, hasil visum kepolisian yang mengatakan ada kandungan etanol tinggi di Olivia juga dipertanyakan karena tubuh Olivia sudah hangus menjadi abu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita siap bantu asalkan diminta," kata Edi di Warung Daun Cikini, Selasa (7/8/2012).
Keluarga Olivia yang diwakili sang ayah, Soerijo Gonda Setiawan, mengatakan kalau pihaknya masih belum puas dengan Nissan yang terus mengelak untuk mengakui kesalahan pada Juke yang membuat mobil itu bisa terbakar.
Kejadian yang menimpa Olivia yang memiliki nama asli Angeline Soerijo Putri pada 10 Maret 2012 ini terjadi ketika Olivia kecelakaan dan menabrak papan reklame di kawasan Sudirman.
Sesaat setelah tabrakan tersebut, mobil Nissan Juke itu terbakar hebat. Olivia pun tewas terpanggang, sementara teman Olivia luka berat.
Vice President Director PT Nissan Motor Indonesia Teddy Irawan saat dikonfirmasi detikOto menuturkan mobil Juke yang dikendarai Olivia menabrak tiang reklame dalam kecepatan tinggi. Dan itu murni kecelakaan.
"Sebelum menabrak tiang reklame itu, mobil menabrak beton di bawahnya, trotoar, kemudian mobil terpental ke atas dan menabrak tiang reklame," tutur Teddy sambil menirukan gerakan mobil dengan tangannya.
"Big impact anything could happen," ujarnya lagi.
Sementara kepolisian juga sempat menyebutkan kalau insiden tersebut murni karena human error.
(syu/tor)











































