Di awal pertanyaan, jaksa mencecar Mirwan soal pembahasan alokasi dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID). Namun Mirwan mengaku tidak mengetahui detil hal tersebut.
"Saya tidak pernah bahas DPID karena saya (khusus) anggaran belanja pusat," ujar Mirwan saat bersaksi untuk Wa Ode Nurhayati di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (7/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi lagi-lagi Mirwan tak tahu detil aduan Haris yang juga pengusaha. "Saya tidak ingat," katanya.
Ketua Majelis Hakim, Suhartoyo kembali mendalami pertemuan Haris dengan pimpinan Banggar. Mirwan ditanya mengenai kepentingan Haris menemui pimpinan Banggar.
"Seinget saya Haris melihatkan fotokopi tanda terima uang. (Dari siapa ke siapa) saya lupa," jawabnya.
"Apa yang disampaikan Haris saat itu?" Suhartoyo melanjutkan pertanyaan. "Saya lupa," sebut Mirwan
Hakim pun menjadi kesal. "Kok lupa semua, jangan-jangan janji kampanye bapak lupa? Sebentar lagi pemilihan," sindir Suhartoyo.
Kekesalan atas jawaban Mirwan juga diluapkan hakim anggota Pangeran Napitupulu.
"Jangan kebanyakan lupa. Anda partai mana?" cecarnya.
"Demokrat," jawab Amir.
"Nah apalagi partai itu, orangnya bersih dan santun. Korupsi no," celetuk Pangeran disambut tawa seisi ruang pengadilan.
(fdn/mok)











































