Bush Akui Salah Perhitungan Soal Pasca Perang di Irak

Bush Akui Salah Perhitungan Soal Pasca Perang di Irak

- detikNews
Jumat, 27 Agu 2004 14:20 WIB
Jakarta - Presiden Amerika Serikat George W Bush untuk pertama kalinya, mengakui bahwa dirinya telah salah memperhitungkan kondisi pasca perang di Irak. Demikian dilaporkan harian terkemuka, The New York Times mengutip ucapan Bush dalam sebuah wawancara.Dalam tanya jawab selama 30 menit itu, Bush mengaku bahwa dirinya telah "salah memperhitungkan kondisi apa yang akan terjadi pasca perang Irak." Namun dikatakan Bush bahwa strategi yang dijalankannya telah "cukup fleksibel" untuk merespons perjuangan gerilyawan Irak. "Kami saat ini menyesuaikan diri dengan kondisi kami di tempat-tempat seperti Najaf," tutur Bush seperti dikutip surat kabar AS tersebut dan dilansir Reuters, Jumat (27/8/2004).Menurut Pentagon, 969 pasukan AS telah meninggal di Irak sejak invasi dimulai untuk menggulingkan rezim Saddam Hussein. Ini masih ditambah dengan 6.690 personel AS yang mengalami luka-luka.Dalam wawancara itu, Bush juga membicarakan isu ambisi nuklir Korea Utara (Korut) dan Iran. Dituturkan Bush, dirinya tidak ingin tergesa-gesa menetapkan deadline mengenai masalah tersebut. Menurut Bush, ia akan terus melakukan tekanan diplomatik terhadap negara-negara tersebut."Saya pikir kita tidak memberikan batas waktu untuk para diktator," ujar Bush mengenai pemimpin Iran dan Korut. "Saya yakin bahwa pada waktunya ini (pendekatan diplomatik) akan berhasil -- saya tentu saja berharap demikian," tulis The New York Times mengutip Bush. (ita/)


Berita Terkait