Soal Korupsi Alquran, Ada Apa Antara Menag dan Wamenag?

Soal Korupsi Alquran, Ada Apa Antara Menag dan Wamenag?

Septiana Ledysia - detikNews
Selasa, 07 Agu 2012 15:52 WIB
Soal Korupsi Alquran, Ada Apa Antara Menag dan Wamenag?
Jakarta - Usai diperiksa KPK, Wamenag Nasaruddin Umar sempat berujar bahwa kasus korupsi pembahasan anggaran dan pengadaan AlQuran adalah tanggung jawab menteri agama Suryadharma Ali. Namun tak lama berselang, dia membantah ucapannya itu. Ada apa?

Nasaruddin diperiksa KPK selama 7 jam saat Jumat (3/8) lalu. Dengan tegas, dia menyebutkan semua yang bertanggung jawab dalam kasus ini harus diusut, termasuk sang menteri.

"Ya kan seharusnya yang bertanggung jawab semuanya harus menteri," ujar Wamenag Nasaruddin di KPK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip laporan utama majalah Tempo terkait kasus ini, Nasaruddin juga dikabarkan sempat mendapat tekanan saat proyek itu berlangsung. Tekanan itu kabarnya berasal dari seorang staf ahli Suryadharma. Saat itu, Nasaruddin menjadi Dirjen Bina Pemasyarakatan Kemenag, selaku penanggung jawab proyek.

Adakah kaitannya masalah ini dengan pernyataan Nasaruddin? Bisa benar, bisa juga tidak. Yang jelas, dalam jumpa pers pada Senin (6/8) kemarin, Nasaruddin membantah tudingan kepada Suryadharma. Dia menegaskan, tak pernah meminta atasannya itu bertanggung jawab.

"Saya menyatakan dalam keyakinan saya, tidak pernah menyatakan pernyataan tersebut (menyalahkan Menteri Agama). Saya hanya menegaskan, siapa pun yang terlibat kasus ini harus bertanggung jawab. Saya sama sekali tidak pernah melemparkan tanggung jawab kepada Menteri Agama," kata Nasaruddin.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga memastikan hubungannya dengan Suryadharma baik-baik saja.""Saya juga menegaskan sebagai teman lama, antara saya dengan beliau sama sekali tidak pernah ada masalah. Dibuktikan dengan kinerja kami berjalan lancar, efektif dan efisien," tuturnya.

Ditanya soal ini, Menag Suryadharma Ali tak mau berkomentar banyak. Dia meminta persoalan itu ditanyakan kembali ke Nasaruddin.

"Itu tanya saja sama Pak Wamen," jawabnya usai acara bersama Jusuf Kalla di Kantor Kemenag, Thamrin, Selasa (7/8).

"Saya tidak mengerti. Jadi saya tidak mau menanggapi hal yang saya tidak mengerti," sambungnya sambil berlalu.

(mad/ndr)


Berita Terkait