Akbar: Mega-Hasyim Diopinikan Dukung KKN & Anti-Perubahan
Jumat, 27 Agu 2004 13:54 WIB
Jakarta -
Akbar Tandjung mensinyalir ada pengarahan opini kalau Mega-Hasyim tidak anti-KKN, pendukung status quo, dan anti-perubahan. Sedangkan sang rival sebaliknya."Seolah-olah pasangan sana (SBY-Kalla) anti-KKN. Sedangkan pasangan ini (Mega-Hasyim) tidak anti-KKN. Itu suatu persepsi yang sengaja dibuat, seolah-olah kami tidak anti-KKN. Siapa bilang pasangan Mega-Hasyim tidak anti-KKN."Demikian tukas Koordinator Koalisi Kebangsaan Akbar Tandjung usai memimpin rapat penyusunan struktur organisasi di Media Center jalan Teuku Umar Menteng Jakarta Pusat, Jumat (27/8/2004)."Kami ini juga seolah-olah pendukung status quo dan tidak punya komitmen perubahan. Itu sengaja diciptakan opini semacam itu. Padahal pasangan kami tidak hanya punya komitmen, tapi sudah melakukan perubahan. Justru orang yang bicara perubahan, malah belum melakukan perubahan itu," sindirnya.Dituturkan Akbar, dalam rapat sempat dibahas pendapat yang mengemuka dari parpol-parpol mengenai cara membangun citra dan imej kalau Mega-Hasyim betul-betul serius memberantas KKN.PKS dukung SBY-Kalla, sikap koalisi? "Buat kami itu tidak ada masalah, justru itulah esensi demokrasi. Tidak ada keraguan bagi kami dalam mendukung Mega-Hasyim. Kami akan berkompetisi secara sehat dan terbuka dengan pasangan SBY-Kalla," katanya.Mengenai Wiranto-Wahid yang akan menyatakan sikapnya dalam Pilpres putaran dua, Akbar mengaku belum tahu keputusannya. "Tentu akan kita tunggu apa pernyataan beliau. Saya berharap Pak Wiranto dan Gus Solah, khususnya Pak Wiranto bisa menyesuaikan sikapnya terhadap keputsuan Rapim Partai Golkar (mendukung Mega-Hasyim). Itu harapan kami," tukas Akbar.
(sss/)










































