Seperti disampaikan relawan yang menemani Suharto, Sigit Widodo, Selasa (7/8/2012), biaya untuk operasi korban terkumpul dari sejumlah donatur. Mulai dari PT Jasa Raharja, pembaca detikcom, jamaah masjid, serta sejumlah pihak lainnya. Suharto saat dirawat, mesti menjalani operasi pada wajah dan perawatan pada kakinya.
Ada pun rinciannya sebagai berikut Jasa Raharja Rp 10.000.000, Infaq shadaqoh Rp 34.500.000. Biaya untuk RSUP Sanglah Rp 25.000.000, transportasi ke Malang Rp 2.000.000. Ada sisa Rp 17.500.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suharto, karena hidup sebatang kara, akan diantarkan ke rumah pamannya, seorang pensiunan PNS yang berusia 68 tahun dan dalam keadaan stroke. Namun ada istri sang paman yang bisa merawat Soeharto.
"Kami selaku pengemban amanat dari para donatur pembaca detikcom dan sumber yang lainnya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya atas peran serta, infaq, shadaqohnya sehingga Bapak Suharto bisa mendapatkan perawatan yang layak dan bisa pulang kampung, sehingga bisa berkumpul dan berlebaran dengan keluarganya di Malang. Ini membuktikan, rasa solidaritas, asah asih asuh masyarakat cukup tinggi," jelas Sigit.
Sisa uang untuk Suharto, akan digunakan untuk biaya rawat jalan dan modal usaha.
Suharto ditabrak sebuah sepeda motor pada Sabtu (21/7) di kawasan Jl Teuku Umar Barat, Denpasar. Suharto ditabrak selepas menunaikan ibadah salat subuh. Saat melihat Suharto terkapar di jalan, jamaah masjid ramai-ramai membawa pria yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang bangunan itu klinik terdekat, sebelum akhirnya dibawa ke RSUP Sanglah. Namun saat itu butuh dana besar untuk mengobati Suharto.
(ndr/gah)











































