"Pasti partai harus dorong, itu tidak ada yang bisa tahan regenerasi itu," kata Taufiq kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/8/2012).
Menurut Taufiq, regenerasi adalah keniscayaan. Pada saatnya tokoh yang sudah berumur perlu mempertimbangkan menjadi king maker saja, tidak perlu ikut berlaga dalam Pilpres 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pandangan Taufiq diamini Partai Hanura. Partai Hanura akan mendorong figur alternatif untuk mendampingi Wiranto.
"Yang paling utama dalam memilih pemimpin kita pada Pilpres 2014 adalah kapasitas, integritas, leadership dan kapabilitas dari calon tersebut tanpa kita tersandera dari unsur apa. Jangan kita dikotomikan independen atau parpol yang ahirnya kita terus tersandera, jadi yang harus kita kedepankan adalah kapasitas, kapabilitas, integritas dan keberanian yang bersangkutan dalam mengambil suatu keputusan," kata Ketua DPP Hanura, Saleh Husin.
"Ya tentu Hanura akan membuka diri untuk siapa saja yang mempunyai kapasitas dan integritas yang dimaksud untuk menjadi cawapres Pak Wiranto nantinya, semua tentu kembali pada UU Pilpres yang akan dibuat nanti," lanjut Saleh.
(van/aan)










































