Aksi para pelaku yang berurutan membuat resah publik Jakarta. Polisi pun bergerak cepat, hingga pada Juli lalu, Polres Jaksel berhasil membekuk para pelaku yang tercatat pernah beraksi sebanyak 38 kali di Jakarta.
Mereka memang pelaku kriminal kambuhan yang biasa bermain di minimarket. Sebelumnya, kala perampokan minimarket marak, pihak kepolisian bahkan sempat menggagas menciptakan panic button atau tombol panik yang langsung terhubung ke kantor polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut catatan sejumlah aksi perampokan minimarket yang membuat heboh.
1. Perampokan minimarket di Jagakarsa, Jaksel
|
|
Mereka kemudian menyekap dua orang pegawai toko dan mengikatnya dengan tali sepatu. Kawanan perampok yang berjumlah 6 orang ini kemudian mengambil uang Rp 20 juta, rokok, susu dan 4 handphone milik karyawan. CCTV yang digunakan untuk mengawasi toko ini juga diambil.
2. Perampokan minimarket di Mangga Besar, Jakpus
|
(Ilustrasi: dok detikcom)
|
3. Perampokan minimarket di Rawa Lumbu, Bekasi
|
(Ilustrasi: dok detikcom)
|
Seorang pelaku dengan menggunakan helm, masker dan kacamata berpura-pura hendak belanja. Kemudian menodongkan senjata api kepada dua karyawan. Kedua karyawan tersebut kemudian disekap di kamar mandi. Pelaku selanjutnya mengambil uang yang ada di laci kasir sebesar Rp 500 ribu, beberapa bungkus rokok, dan 2 kantong plastik barang belanjaan.
4. Perampokan di Jakasetia, Bekasi Selatan
|
|
5. Perampokan di Pulogadung, Jakarta Timur
|
(Ilustrasi: dok detikcom)
|
Halaman 2 dari 6











































