"Saya sudah beli baju Lebaran untuk anak saya Intan, tapi sudah kebakar semua. Mainannya juga habis terbakar," ujar Sumiati pilu kepada detikcom di lokasi kebakaran, Karet Tengsin, Jakpus Selasa (7/8/2012).
Selain baju Lebaran Intan, peralatan rumah seperti kasur, lemari serta pakaian juga ikut terbakar. Menurut Sumiati, ia hanya sempat menyelamatkan televisi dan bantal guling saat kebakaran terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sumiati, untuk keperluan sehari-hari, saat ini ia hanya mengandalkan uang THR sebesar Rp 400 ribu. Uang THR itu sedianya akan dipakai saat Lebaran nanti, namun karena tak lagi memiliki uang maka terpaksa uang THR itu yang digunakan.
"Tadinya kita cuma mengharapkan THR ini untuk Lebaran, sekarang mau bagaimana lagi. Enggak tahu uang THR ini sisa atau enggak sampai Lebaran, soalnya dipakai untuk makan sehari-hari sekarang," kata Sumiati.
Saat ini, Sumiati bersama suami dan anaknya mengungsi ke masjid di dekat lokasi kebakaran. Bersama sekitar 30 korban kebakaran lainnya, Sumiati hanya menunggu bantuan dari para dermawan. Saat ini menurut dia, bantuan yang sudah datang belum merata kepada seluruh korban.
"Kok bantuannya nggak merata. Yang di pemakamans udah dapat di sini belum. Nggak tahu karena belum datang atau saya nggak terdata," ucapnya.
Senin (6/8) malam api melalap kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Kalimati, Benhil, Jakarta Pusat. Sedikitnya, ada 480 rumah dari 4 RT yang terbakar. Banyak warga yang rumahnya terbakar mengungsi di lokasi pemakaman Karet Bivak, yang berdekatan dengan lokasi kebakaran. Warga pun mengumpulkan barang-barang yang berhasil diselamatkan di lokasi kuburan itu.
(bal/)










































