"Keselamatan, keamanan dan kenyamanan anak selama perjalanan harus menjadi prioritas orang tua, masyarakat dan petugas. Khususnya bagi pengendara sepeda motor agar tidak membawa anak lebih dari satu, berhenti secara teratur, jika mengantuk dan capai agar istirahat jangan memaksakan diri," kata Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), M Ikhsan, saat berbincang, Selasa (7/8/2012).
Menciptakan mudik yang ramah anak, Satuan Tugas Perlidungan Anak (Satgas PA) yang terdiri dari Kemensos, KPAI, SOS CV, MPS PP Muhammadiyah, DCM, KADO, GNI dan LSM anak lainnya mengkampanyekan mudik ramah anak.
Kampanye ini dilakukan karena keprihatinan terkait situasi dan kondisi anak selama mudik Lebaran. Data NTMC Mabes Polri pada Lebaran 2011 menunjukkan kenaikan angka kecelakaan. Ada 2.770 kecelakaan yang meliputi 449 orang tewas, 760 korban luka berat, dan 1.914 orang luka ringan. Sedang pemudik sepeda motor pada 2011 yang mengalami kecelakaan 3.418, meningkat 40 persen dibanding 2010 yakni 2.446 sepeda motor.
"Masyarakat sepanjang perjalanan mudik diharapkan partisipasinya untuk menyediakan posko mudik ramah anak dengan menyediakan minuman, tempat istirahat, pemeriksaan kesehatan dan hiburan untuk anak yang mampir," jelasnya.
Bukan hanya pemotor, pemudik yang menggunakan angkutan umum seperti bus, kereta, kapal laut dan pesawat udara juga agar selalu memperhatikan anak dan menjaga dari bahaya yang selalu ada disekitar anak.
"Mengimbau pemerintah untuk memberikan fasilitas, pendampingan dan dukungan pada anak dan keluarga selama mudik Lebaran. Semoga tahun ini bisa menurunkan angka kecelakaan selama mudik Lebaran," tuturnya.
(ndr/vit)











































