Soal Irak, Kedubes Australia di Swedia Dapat Ancaman
Jumat, 27 Agu 2004 13:10 WIB
Jakarta - Kedutaan besar (Kedubes) Australia di Swedia menerima surat berisi ancaman pembalasan atas keterlibatan pemerintah negeri Kangguru itu dalam perang Irak. Dinas-dinas keamanan Australia kini tengah menganalisa surat ancaman berbahasa Arab itu.Demikian disampaikan Departemen Urusan Luar Negeri dan Perdagangan Australia alias DFAT, hari ini seperti dilansir kantor berita Associated Press, Jumat (27/8/2004). Duta Besar (Dubes) Australia untuk Swedia telah mengkonfirmasi bahwa kedutaannya merupakan satu di antara setidaknya lima Kedubes yang menerima ancaman tersebut."Masalah ini sedang diselidiki otoritas Swedia dengan pihak terkait," tukas seorang juru bicara DFAT. "Kami tekankan pandangan otoritas Swedia bahwa ini lebih bersifat politik daripada ancaman khusus," imbuhnya.Sementara pemerintah Filipina menyatakan bahwa perwakilannya di Stockholm, Swedia juga telah menerima sebuah surat faks dalam bahasa Arab. Surat tersebut tampaknya "untuk menunjukkan dukungan kepada ulama Syiah Moqtada Sadr. Otoritas Swedia masih terus mengumpulkan informasi mengenai surat-surat ancaman tersebut.Manila telah menarik pasukannya dari Irak, bulan lalu setelah kelompok ekstrim Irak mengancam akan memenggal seorang sandera Filipina jika pasukan tidak ditarik mundur.
(ita/)











































