Pengemis yang Terjaring Razia di DKI akan Dipulangkan ke Daerah Asal

Pengemis yang Terjaring Razia di DKI akan Dipulangkan ke Daerah Asal

Ray - detikNews
Selasa, 07 Agu 2012 09:48 WIB
Jakarta - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi DKI Jakarta menjaring 652 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) selama dua pekan Ramadan. Dinsos pun berencana segera memulangkan mereka ke daerah asalnya.

"Para PMKS yang terjaring segera kita bina dan akan kita pulangkan ke daerah asalnya," ujar Seksi Rehabilitasi Tunas Sosial Dinsos Provinsi DKI, Prayitno saat berbincang dengan setikcom, Selasa (7/8/2012).

Prayitno mengatakan sudah ada PMKS yang dipulangkan pada 27 Juli lalu. Kegiatan ini akan berlanjut pada Kamis, 9 Agustus 2012. Dinsos DKI menargetkan akan memulangkan 200 PMKS yang berasal dari daerah. Namun PMKS yang akan dipulangkan hanya yang berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sedangkan yang berasal dari wilayah lain untuk sementara akan dibina di panti sosial milik Dinsos DKI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin tanggal 27 Juli 2012 sudah ada yang kita pulangkan, dan akan kita pulangkan lagi besok Kamis. Kalau target ada 200 yang akan kita pulangkan, sesuai kondisi di panti, karena yang dipulangkan harus yang berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah," terang Prayitno.

"Kita kerja sama dengan panti yang ada di Jawa Barat dan Jawa Tengah, yaitu Sub Unit Rumah Rehabilitasi Sosial Bina Mandiri Palimana Cirebon, Jawa Barat, dan Balai Rehabilitasi Sosial Samektokarti Pemalang Satu, Jawa Tengah," imbuhnya.

Sementara itu, untuk tren jumlah PMKS, menurut Prayitno terjadi penurunan dibanding tahun lalu. Selain karena operasi yang gencar dilakukan, hal ini juga karena populasi PMKS di Jakarta yang semakin menurun.

"Dibandingkan tahun lalu, trennya agak menurun, sejalan dengan populasi PMKS yang semakin turun di Jakarta," ucap dia.

"Kita harapkan kepada masyarakat, khususnya PMKS yang kita bina agar tidak melakukan kegiatan yang melanggar aturan. Kegiatan ini sebagai upaya untuk memberikan kenyamanan ke masyarakat supaya masyarakat tidak merasa terganggu oleh keberadaan mereka. Karena seperti diketahui berkumpulnya PMKS bisa berakibat pada tindakan kriminal. Kalau kita lakukan penertiban, yang berdampak masyarakat akan menjadi lebih nyaman," imbuhnya.

(ray/vit)


Berita Terkait