Massa 6 Kota di Jateng Peringati Kematian Saddam Husein

Massa 6 Kota di Jateng Peringati Kematian Saddam Husein

- detikNews
Jumat, 27 Agu 2004 13:01 WIB
Semarang - Kematian Saddam Husein 21 Agustus lalu mengundang simpati masyarakat Jawa Tengah (Jateng). Massa dari 6 kota di Jateng bergerak menuntut pengusutan tuntas kasus kematiannya dan juga meminta Kalapas Pekalongan Tunggak Darmono dipecat.Hah, Saddam Hussein sudah meninggal? Ya. Tapi, yang ini bukan Saddam Hussein, mantan presiden Irak. Saddam yang dimaksud adalah aktivis prodemokrasi asal Pekalongan. Dia diadili dan dipenjara pada tahun 1992 karena dianggap menghina presiden. Ia meninggal di Lapas Pekalongan akibat komplikasi penyakit sejak beberapa bulan lalu.Karena pihak Lapas dan Depkeh HAM tidak responsif atas kematiannya, massa 6 kota berunjuk rasa di daerahnya masing-masing dengan nama-nama yang berbeda. Keenam kota itu adalah Semarang, Pekalongan, Megelang, Kudus, Solo, dan Tegal.Di Semarang, massa yang menamakan diri sebagai Front Perjuangan Rakyat Miskin berunjuk rasa dari Pasar Langgar Semarang, Jl. Mataram, menuju Kantor Depkeh HAM Jateng, Jl. Dr Cipto, Jumat (27/08/2004). Di sana mereka berorasi sambil membentangkan poster dan spanduk yang berisi kecaman terhadap pelaku hukum.Dalam aksinya, mereka juga menggelar happening art. Empat orang berperan sebagai aktivis, penguasa, dan militer. Kemudian mereka menggambarkan bagaimana penguasa dan militer meredam gerakan aktivis dengan rantai dan senjata. Aksi itu menarik perhatian pegawai setempat. Sehingga mereka beramai-ramai keluar dari ruangannya."Hari ini kami menggelar aksi di 6 kota. Kalau sampai belum ada kejelasan informasi terhadap kematian Saddam, kami akan melakukan hal seperti ini dengan melibatkan beberapa kota lagi," tutur Humas Aksi Nur Badrianto di sela-sela aksi.Selama happening art dilakukan, beberapa peserta aksi melakukan negosiasi dengan pihak Depkeh HAM. Perwakilan Depkeh HAM Wahyu Triono menyatakan akan menyampaikan tuntutan massa aksi kepada pimpinannya. "Kebetulan pimpinan kami sedang ada di Jakarta. Tapi pasti akan saya sampaikan," katanya di depan massa aksi.Semua peserta aksi kelihatan sinis dengan pernyataan itu. Akhirnya mereka meninggalkan lokasi dengan tangan hampa sekitar pukul 11.00 WIB. Puluhan polisi yang berjaga sejak awal terlihat mengawal kepulangan mereka. (asy/)


Berita Terkait