"Menurut saya secara substantif Setgab itu sudah tidak efektif lagi sejak dinamika politik internal partai-partai koalisi dalam pembahasan UU APBN-P 2012 terkait rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Jadi sekarang ini ada atau tidaknya Setgab sama saja. Memang keroposnya Setgab akan kian nyata pada tahun 2013 hingga 2014, karena kontestasi jelang Pemilu 2014 akan kian eskalatif," kata pengamat politik Gun Gun Heryanto, kepada detikcom, Selasa (7/8/2012).
Bukti ketidakefektifkan Setgab adalah, masing-masing mitra koalisi saat ini jalan sendiri-sendiri dengan agenda masing-masing. Tensinya akan meningkat di tahun 2013, seiring dengan melemahnya semangat kebersamaan di antara para mitra koalisi.
"Namun demikian, secara formalistik banguan Setbag itu menurut saya akan berupaya dipertahankan SBY hingga akhir kekuasaannya di 2014. Mengapa? Karena pastinya dia tdk ingin ada 'turbulensi' saat dia harus landing dari kekuasaannya, sehingga politik harmoni berbasis akomodasi akan dipertahankan SBY hingga akhir. Jadi, setgab tidak lagi produktif, persis hanya menjadi saluran pertahanan diri SBY dan para mitranya saja," katanya.
Hal ini dipandang Gun Gun semakin membuktikan bahwa konsep koalisi sangat rapuh. Sebelum ini pun kita mencatat rekam jejak koalisi setengah hati di beragam momentum politik.
"Misalnya dalam kasus bailout Century, mitra koalisi seperti Golkar dan PKS justru bersitegang dengan Partai Demokrat. Demikian juga dalam kasus Hak Angket Mafia Pajak, pengetatan remisi koruptor, perumusan revisi UU Pemilu terutama soal parliamentary treshold (PT) dan sejumlah isu lainnya,"tandasnya.
(eko/ega)











































