"Kita mendukung kalau ada aduan tentang SARA. Harus diproses saja supaya kita tidak sibuk menduga motif dan lainnya, seperti yang tertangkap tangan Bang Rhoma kemarin. Ya silahkan saja, nanti tinggal dilihat melanggar atau tidak," ujar ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto disela acara buka puasa bersama di rumah dinas Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, Senin (6/8/2012).
Menurut Bima, masyarakat harus hati-hati dalam mengartikan isu SARA. Belum tentu jika ada seseorang yang menyampaikan jejak rekam calon tertentu dapat dikatakan pernyataan SARA. Namun menurutnya, jika ada orang yang menyampaikan hasutan, fitnah dan provokasi, itu jelas di larang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Meski demikian, Bima mengakui jika isu SARA tersebut beredar dalam masa Pilguib DKI 2012 ini, meski tidak diketahui siapa orang yang pertama kali menggulirkan isu tersebut. "Kita lihat sendiri nyatanya di lapangan memang ada, tapi kita tidak tahu siapa yang melemparnya," katanya.
Dia pun mengaku, PAN mendukung Fauzi Bowo (Foke), komitmen untuk melakukan kampanye yang sehat, tanpa menyebarkan isu yang sensitif tersebut. "PAN di Foke ini komitmen untuk tidak isu SARA. Kita ingin kampanye sehat," katanya.
(ray/ega)










































