"Itu kan Bu Hartati terdiri dari 2 perusahaan, makanya ada dua kali bantuan ada yang Rp 2 miliar dan Rp 1 miliar. Dan catatan bukan hanya Pak Amran yang dibantu, kita akan beberkan di persidangan nanti," kata kuasa hukum Amran, Amat Ente Daim, di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (6/8/2012).
Saat itu Amat tidak menjelaskan siapa-siapa saja pejabat yang dibantu oleh Hartati.
Menurut Amat, Hartati berkepentingan untuk memberikan bantuan kepada pejabat setempat. Pasalnya, di kawasan Buol, warga lebih mendengar nasihat dari kepala daerah dibanding polisi.
"Makanya Ibu (Hartati) untuk ngamanin lokasi dia ada di sana, perkebunan dia ada di sana, dia harus bermitra juga dengan penguasa daerah tidak semata-mata hanya satpam polisi, nggak bisa," tandasnya.
(mok/mpr)











































