Pantauan detikcom, puluhan mobil pemadam kebakaran (damkar) kesulitan menembus lokasi kebakaran. Ini dikarenakan jalan yang sempit dan kecil untuk menuju lokasi. Alhasil, petugas pun terpaksa memarkir mobil damkar tersebut di depan gerbang makam Karet Bivak, atau sekitar 50 meter dari lokasi.
Asap hitam pekat membumbung tinggi ke awan, kontras dengan langit yang tampak cerah. Api bergerak cepat melalap ratusan rumah karena didukung tiupan angin yang kencang dari arah utara ke selatan. Warga pun tampak tak bisa berbuat banyak karena api begitu cepat menghanguskan rumah mereka. Banyak warga yang berhasil mengungsi melihat kejadian tersebut dari lokasi pemakaman Karet Bivak sambil menangis histeris.
"Uang sudah ditabung buat mudik dan belanja ini itu, malah terbakar. Ya Allah, berikan kami kesabaran," ujar Sulis sambil menangis di Jalan Kalimati, Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2012).
Belum ada laporan korban jiwa dari kejadian ini. Kerugian pun masih belum bisa ditaksir. Hingga saat ini, petugas pemadam kebakaran dibantu warga masih berupaya untuk memadamkan api.
(ray/ega)











































