Kekerasan kadang selalu diidentikkan dengan pria. Namun ternyata, ada sejumlah wanita yang melakukan pembunuhan dengan keji. Sebagian dari mereka bahkan membunuh hanya untuk kesenangan belaka. Siapa saja?
Situs Listverse memeringkat sejumlah wanita yang sadis dari masa ke masa. Ada yang menjadi pembunuh berantai, ada pula yang membunuh karena kekuasaannya.
Berikut 9 orang wanita paling sadis di dunia:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratu Mary I
|
|
Mary dikenal sebagai ratu Inggris terkejam yang pernah ada. Dia memaksa para penganut Kristen Protestan di Inggris untuk pindah ke Kristen Katolik. Mereka yang membangkang dieksekusi oleh Mary. Kejadian ini bahkan dinamakan 'Bloody Mary'.
Sebanyak 800 orang penganut Kristen Protestan meninggalkan Inggris karena kejadian ini. Namun mereka tak bisa kembali.
Myra Hindley
|
|
Mereka melakukan penculikan, pelecehan seksual, penyiksaan dan pembunuhan terhadap tiga anak remaja. Bukti atas perbuatan keji mereka terekam dalam sebuah video.
Beverly Allitt
|
|
Allitt bertanggung jawab atas pembunuhan empat orang anak dan menciderai lima orang lainnya. Hingga kini, dia tak pernah mau menjelaskan motif perbuatannya.
Belle Gunness
|
|
Dia membunuh suami dan dua anaknya dalam waktu yang berdekatan. Tak hanya itu, kekasih gelapnya ikut jadi korban pembunuhan. Total korban ada 20 orang tewas. Namun sumber lain mengatakan ada korban hingga 100 orang.
Apa motifnya? Ternyata dia mengincar polis asuransi dan aset-aset mereka.
Mary Ann Cotton
|
|
Mary membunuh mereka dengan cara racun. Total ada puluhan korban mulai dari suaminya yang berjumlah tiga orang, pacar, teman, ibu, hingga anak-anaknya. Mereka semua tewas dengan racun arsenic.
Atas perbuatannya, Mary dihukum gantung.
Ilse Koch
|
|
Karena kekuasaan sang suami, dia bisa dengan leluasa berbuat kejam pada warga Yahudi. Penyiksaan hingga pembunuhan adalah kegiatannya sehari-hari di kamp konsentrasi itu. Suvenirnya adalah tato dari para korban yang dia bunuh.
Kisah hidupnya berakhir tatkala dia bunuh diri di penjara wanita Aichach pada 1 September 1967.
Irma Grese
|
|
Diperkirakan 30 ribu orang wanita Yahudi yang menjadi tahanannya. Cerita soal kekejiannya mulai dari pemukulan, pelecehan seks, hingga pembunuhan sadis dan penyebaran gas beracun.
Dia dilaporkan menikmati semua penyiksaan itu. Sambil menenteng pistol dan bersepatu boot, setiap hari dia menonton semua adegan keji tersebut dari dekat.
Katherine Knight
|
|
Tak puas dengan tusukan itu, sang suami pun dimutilasi dan kulitnya digantung di ruang tamu. Sementara kepalanya disimpan di panci untuk dijadikan sup. Sementara organ tubuh lainnya dijadikan makanan pendamping.
Rencananya, 'makanan' itu akan dihidangkan untuk anak-anak mereka. Namun aksi ini keburu ketahuan polisi.
Elizabeth Bathory
|
|
Wanita kelahiran tahun 1560 itu membunuh gadis-gadis itu. Mereka dimutilasi, dan bagian tubuhnya dipisahkan satu per satu. Total ada ratusan korban selama 25 tahun aksinya.
Elizabeth dinyatakan bersalah, namun hanya ditahan di rumah hingga seumur hidup. Karena status sosialnya dia tak pernah dibawa ke pengadilan.
Halaman 2 dari 10











































