Dinsos DKI Libatkan Warga Siaga di 7 Titik Rawan Pengemis

Dinsos DKI Libatkan Warga Siaga di 7 Titik Rawan Pengemis

- detikNews
Senin, 06 Agu 2012 16:12 WIB
Jakarta - Saat Ramadan kemunculan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) jalanan, seperti pengemis, sepertinya lebih banyak dari biasanya. Keberadaan pos pemantau PMKS yang disebar di titik-titik rawan dimaksimalkan perannya. Warga sekitar pun diminta peran sertanya.

"Kita memang sudah antisipasi dengan melakukan terobosan untuk membuat pos pengendalian. Karena umumnya PMKS ini kan takut kalau ada petugas, jadi dari pagi sampai pukul 20.00 WIB, kita siagakan petugas di pos-pos tersebut," ujar Kadinsos DKI Jakarta, Kian Kelana, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (6/8/2012).

Ketujuh persimpangan yang rawan PMKS adalah perempatan Matraman, perempatan Pramuka, perempatan Coca Cola-Cempaka Putih, perempatan Kelapa Gading, perempatan TMII, perempatan Fatmawati, dan perempatan Mampang-Kuningan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dilibatkan berbagai pihak di pos ini. Peran serta masyarakat seperti RT dan RW sekitar dilibatkan, juga polisi dan satpol PP. Contoh warga Pedongkelan di perempatan Coca Cola kita libatkan," terang Kian.

Jika ada PMKS yang tertangkap petugas, maka akan dipulangkan ke daerah asalnya hingga H-7 Lebaran. Dinsos DKI memiliki mitra di Jabar dan Jateng dalam pemulangan para PMKS, yakni Indramayu untuk wilayah Jabar dan Comal untuk wilayah Jawa Tengah. Nantinya mitra mereka akan mengembalikan ke daerah asal PMKS tersebut.

"Ini sebenarnya kita lakukan rutin sebulan dua kali. Tapi sekarang ini lebih sering," sambung Kian.

Pemulangan PMKS dilakukan hingga H-7 Lebaran. Setelah itu, pemulangan tidak akan dilakukan hingga H+7. PMKS yang tertangkap akan ditampung di Panti Sosial Kedoya hingga H+7.

"Jadinya mereka tidak bisa Lebaran di kampung halamannya. Ini biar mereka jera. Inginnya kan mereka bisa Lebaran di kampung, ini malah Lebaran di panti sosial," jelas Kian.

(vit/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads