"Upaya kita belum cukup soal Rohingya. Karena kita juga pemimpin ASEAN, juga yang dihormati di OKI, peran Indonesia harus lebih kentara terhadap perlakuan yang membahayakan nilai HAM," kata Priyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/8/2012
Menurut Priyo, kekerasan terhadap etnis Rohingya Myanmar sudah berlebihan. Karena muslim Rohingya tersebut bahkan tidak berkeinginan untuk merdeka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari itu Priyo mendorong Aung San Suu Kyi sebagai tokoh demokratisasi Myanmar untuk bergerak. Tidak diam saja menanti dorongan dunia internasional.
"Kami kagum terhadap Aung San Suu Kyi tapi hari ini kita tagih. Saatnya Aung tidak hanya diam di menara gading, tapi harus menghentikan peristiwa yang memalukan itu," desaknya.
(van/tor)










































