"Saya juga pusing kalau disebut-sebut nerima uangnya," ujar Nanan usai mendampingi Kapolri bertemu mantan Kapolri di Gedung PTIK, Jl Tirtayasa, Jakarta Selatan, Senin (6/8/2012).
Nanan mengatakan, jika dirinya menerima uang tersebut, dia akan mengakuinya. "Kalau saya menerima saya akan ngaku. Saya ulangi kalau saya nerima saya akan ngaku," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tunjukkan ke saya siapa yang ngasih, kapan dan di mana. Saya nggak ada sembunyi-sembunyikan itu, makanya buktikan saja," kata pria yang akan maju dalam Pilgub Jawa Barat ini.
Nanan juga siap ditindak jika dirinya terbukti menerima uang tersebut. "Pokoknya concern Pak Kapolri adalah semua anggota yang terlibat akan diproses dan ditindak. Termasuk apabila memang saya yang nerima, tapi yang jelas siapa yang memberi dan kapan harus jelas semuanya," ucap Nanan.
Sebelumnya, Dirut PT Inovasi Teknologi, Bambang Sukotjo, menyebut sejumlah petinggi Polri, menerima sejumlah uang untuk meloloskan PT Citra Mandiri sebagai pemenang tender simulator SIM. Perusahaan Bambang merupakan rekanan dari perusahaan pemenang tender tersebut.
Atas kasus ini KPK telah menetapkan Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka. Namun Djoko belum ditahan oleh KPK.
Sedangkan Polri telah menetapkan Brigjen Didik Purnomo, AKBP Teddy Rusmawan, dan Kompol Legino serta Direktur PT Citra Mandiri Budi Santoso sebagai tersangka. Semuanya juga sudah dijebloskan ke rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.
(nik/ndr)











































