GRD Demo Depdagri, Minta Birokrat Netral dalam Pilpres
Jumat, 27 Agu 2004 10:58 WIB
Jakarta - Gerakan Rakyat untuk Demokrasi (GRD) mendemo Depdagri. Mereka minta agar aparat birokrasi bersikap netral dalam Pilpres putaran dua.Aksi dilakukan sekitar 200 orang di depan kantor Depdagri jalan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat pukul 10.00-10.30 WIB, Jumat (27/8/2004). Mereka menyikapi keberpihakan aparat birokrasi yang dinilai telah dimobilisasi untuk memilih Mega-Hasyim.Ketua Presidium Nasional GRD Amir Husin Daulay mengatakan, aparat birokrasi tidak menjalankan aspek Pemilu secara langsung, umum, bebas dan rahasia. Mereka ingin agar hal itu tidak terjadi lagi pada Pilpres putaran dua."Sebagai contoh betapa aparat birokrasi tidak bersikap netral, antara lain adanya rekaman VCD pro-Mega. Kemudian pada 19 Agustus 2004, Menakertrans Jacob Nuwa Wea malah secara terang-terangan meminta para TKI agar memilih Mega pada Pilpres putaran dua," tuturnya.GRD, lanjut Amir, menyerukan seluruh jajaran birokrasi, baik pusat maupun daerah agar bersikap netral. Panwas Pemilu dan pihak berwenang lainnya diminta untuk bersikap dan bertindak tegas atas berbagai kecurangan, termasuk penyalahgunaan wewenang birokrasi dan seluruh fasilitas negara lainnya demi kemenangan salah satu capres."Kami akan menggelar apel akbar dengan 5.000 orang di Tugu Proklamasi pada 8 September 2004. Kami mau bangun Pos Jaga Bersama Suara Kita di 147 kabupaten. Massa GRD tersebar di 26 propinsi. Selain di Jakarta, apel akbar akan diselenggarakan di Bandung, Jombang, Surabaya dan lainnya," papar Amir.
(sss/)











































