170 Bus Disiapkan untuk Hadapi Lonjakan Arus Mudik di Tanjung Priok

170 Bus Disiapkan untuk Hadapi Lonjakan Arus Mudik di Tanjung Priok

Prins David Saut - detikNews
Senin, 06 Agu 2012 13:38 WIB
170 Bus Disiapkan untuk Hadapi Lonjakan Arus Mudik di Tanjung Priok
Jakarta - Pengelola Terminal Bus Tanjungpriok, Jakarta Utara, menyiapkan 170 armada bus untuk menghadapi lonjakan penumpang mudik lebaran tahun ini. Pihak pengelola terminal memprediksikan adanya peningkatan 5 persen pemudik yang menggunakan bus.

"Kita telah mempersiapkan 170 armada bus untuk mengangkut para pemudik. Lonjakan penumpang mudik diprediksi akan naik sebesar 5 persen dari tahun lalu," kata Kepala Terminal Bus Tanjung Priok, Pattikawa, di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (6/8/2012).

Pattikawa menjelaskan penumpang mudik tahun lalu yang berangkat dari terminal Tanjung Priok tercatat sebanyak 27.682 orang. Diantaranya terdapat 2.547 perjalanan bus ke Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"80 persen armada untuk jarak pendek hingga menengah, dan 20 persen untuk jarak jauh. Terminal Tanjung Priok juga telah mempersiapkan sebanyak 20 bus cadangan yang melayani penumpang ke Jawa Tengah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi jumlah lonjakan penumpang," papar Pattikawa.

Pattikawa memprediksi puncak arus mudik di Terminal Tanjungpriok terjadi pada H-9. Dia memastikan tidak akan ada peningkatan harga tiket secara signifikan. "Puncak arus mudik di terminal ini diprediksi akan terjadi pada H-9, yaitu pada 10 Agustus hingga H lebaran. Harga tiket bus sendiri belum mengalami kenaikan. Harga tiket patas atas sebesar Rp 139 per kilometer dan tiket patas bawah Rp 86 per kilometer," ungkap Pattikawa.

Armada yang disiapkan akan melalui proses pengujian kelaikan untuk mengantisipasi angka kecelakaan. Para sopir juga akan menjalani tes urine demi memberikan kenyamanan pada penumpang.

"Pengujian ini nantinya akan dilakukan pada 170 armada. Yang akan diuji yakni rem, stir, ban, lampu penerangan, dan kondisi bus yang lain apakah layak jalan atau tidak. Tes urine untuk sopir bus angkutan jarak jauh juga akan dilakukan. "Hal ini dilakukan agar penumpang merasakan kenyamanan," ucap Pattikawa.

(vid/tor)


Berita Terkait