Sejak beberapa tahun terakhir, sedikitnya ada sejumlah kasus penculikan dan penyanderaan WNI di luar negeri. Pelakunya berasal dari perompak hingga kelompok bersenjata peminta tebusan.
Berikut lima insiden penculikan dan penyanderaan yang berhasil dihimpun detikcom, Senin (6/8/2012):
Penyanderaan 20 ABK WNI di Somalia
|
Kapal TNI Satgas Merah Putih
|
Indonesia mengirim tim dari TNI bernama Satgas Merah Putih untuk menyelamatkan mereka. Empat perompak berhasil ditembak mati. Sementara para WNI berhasil dibebaskan setelah uang tebusan diberikan pada perompak.
Β
Β
Β
13 WNI Disandera di Somalia
|
|
Badan Maritim dan Pelabuhan Singapura mengatakan bahwa kapal MT Gemini dibajak sekitar 222 kilometer dari Dar es Salaam di Tanzania. Kapal berbobot mati 29.871 ton milik Glory Ship Management Pte Ltd tersebut membawa 28.000 ton minyak sawit mentah dari pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menuju Mombasa, Kenya.
Pada Desember 2011, para ABK itu akhirnya dilepaskan. Termasuk ABK asal Indonesia.
Kapal MT Gemini berbendera Singapura itu membawa 28.000 ton minyak sawit mentah dari Indonesia ke Kenya dan dibajak 30 April lalu. Kapal itu membawa 13 ABK asal Indonesia, tiga warga negara Myanmar, lima orang asal China dan empat warga Korea Selatan.
WNI Pegawai PT Kimia Farma Diculik di Nigeria
|
Masadi berbaju cokelat
|
Meski sempat meminta tebusan, namun uang itu tak sampai ke tangan penculik. Kepolisian Nigeria lebih dulu melakukan operasi bersenjata.
Beberapa penculik tewas, sementara Masadi bisa bebas dengan kondisi selamat setelah ditinggalkan para penculik di hutan.
Penculikan Presenter Metro TV Meutya Hafid
|
|
Meutya disekap di sebuah gua kecil di tengah gurun pasir antara Kota Ramadi dan Fallujah. Selama hari-hari itu, dia diperlakukan bak seorang tawanan perang. Namun tak mengalami kekerasan.
Dia akhirnya dibebaskan setelah lewat proses negosiasi pemerintah. Meutya pun menuliskan pengalamannya ini dalam buku memoar '168 Jam dalam Sandera'.
Β
Β
Β
WNI ABK Diculik di Nigeria
|
|
Keempat orang asing tersebut berasal dari Indonesia, Thailand, Malaysia dan Iran.
Kapal yang diserang adalah milik Sea Trucks Group, kelompok perusahaan internasional yang menawarkan jasa instalasi lepas pantai, akomodasi dan jasa lain kepada industri minyak dan gas. Serangan itu terjadi pagi dini hari, sekitar 30 mil (56 km) dari lepas pantai Nigeria.
Halaman 2 dari 6











































