Penembak Halte Busway Makin Nekat, Polisi Diminta Segera Ungkap

Penembak Halte Busway Makin Nekat, Polisi Diminta Segera Ungkap

- detikNews
Senin, 06 Agu 2012 09:33 WIB
Penembak Halte Busway Makin Nekat, Polisi Diminta Segera Ungkap
Foto: halte yang ditembak
Jakarta - Berkali-kali halte busway menjadi sasaran tembak orang tak dikenal. Entah apa tujuan orang tersebut. Yang jelas pelaku semakin nekat. Mereka mulai berani beraksi di bawah pukul 00.00 WIB.

Pada Sabtu (4/8) lalu saja dalam semalam ada empat halte yang menjadi sasaran penembakan. Keempat halte tersebut berada di sekitar Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, yakni halte Cawang Ciliwung, Stasiun Cawang, Cawang Otista, dan Tebet BKPM.

"Kami sangat berharap polisi bisa segera melakukan tindakan dengan mencari pelaku," harap humas Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta, Sri Ulina Pinem, saat dihubungi detikcom, Minggu (5/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apalagi, sambung Ulin, kejadian itu sudah kerap terjadi. Bahkan halte Tebet BKPM pada pekan sebelumnya juga menjadi sasaran tembak pelaku misterius itu.

"Sebelum-sebelumnya pelaku melakukan aksi pada sekitar pukul 02-04 pagi. Sekarang lebih berani jadi sekitar pukul 23.00 WIB," sambung dia.

Menurut Ulin, kendati operasional bus TransJ selesai pukul 23.00 WIB, namun masih ada bus yang lewat di atas jam tersebut. Di halte juga biasanya masih ada petugas jaga.

"Bagaimana kalau ada petugas atau penumpang yang sampai terkena peluru? Dulu pelakunya naik motor sekarang naik mobil. Sekarang halte, lalu kami khawatir mereka nantinya menyasar bus," ucap Ulin.

Ulin berharap peristiwa itu segera diungkap polisi dan pelakunya segera ditangkap. Selanjutnya pelaku harus mendapat hukuman agar ada efek jera.

Penembakan halte busway terjadi pada Sabtu (4/8) sekitar pukul 23.05 WIB saat halte tidak lagi beroperasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Menurut saksi mata yang merupakan satpam halte, pelaku diduga menggunakan sedan Soluna silver dan melarikan diri ke arah Kampung Melayu.

Diduga kuat pelaku menggunakan senapan angin, karena saat peristiwa berlangsung saksi mata tidak mendengar suara letusan laiknya senjata api.

(/gah)


Berita Terkait