"Kita ingin mengatakan partai Nasdem ini terbuka jadi jangan dilihat secara terlalu sakral. Kita juga tidak meracuni partai lain untuk pindah. Begitu juga untuk pak JK, Nasdem siap untuk menerima JK," tutur Ferry.
Hal itu disampaikan dia dalam talkshow yang digelar di kediaman anak JK di Jl Sekolah Duta V No 42A, Pondok Indah, Jaksel, Minggu (5/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi apa yang disampaikan Ferry, JK hanya berucap singkat. "Saya hanya ingin berkarya untuk negeri," katanya.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Akbar Faisal yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyebut JK bukan saja milik Golkar. "Pak JK bukan saja milik Golkar, bukan juga milik Nasdem tapi juga milik Hanura," terangnya.
JK pun kembali angkat suara. Dia mengaitkan situasi yang ada sekarang ini dengan politik luar negeri. Menurutnya, ada kesalahan dalam kebijakan luar negeri di manas semua dianggap sebagai kawan dan tidak ada lawan. Karena itu para diplomat sulit berkata tidak.
"Pedagang lebih baik 1.000 teman baik tapi satu lawan kebanyakan, ini masih ada bicara adanya lawan. Kebijakan ini membingungkan para diplomat yang tidak bisa mengatakan tidak karena semua teman," tutur Ketum PMI ini.
Karena para diplomat RI sulit berkata tidak akhirnya banyak negara yang jadi tidak menghargai. Prinsip yang dikatakan sebagai soft power pun tidak dianggap.
"Apa yang salah dalam politik dln negeri saat ini? Ini presidensial, tapi pemerintah sengaja membentuk batasan lawan atau kawan. Seperti Gerindra, Hanura lawan," kritik JK.
(vit/fjp)











































