Kriminolog: Penembakan 4 Halte TransJ Ancaman Terhadap Publik

Kriminolog: Penembakan 4 Halte TransJ Ancaman Terhadap Publik

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Minggu, 05 Agu 2012 15:53 WIB
Kriminolog: Penembakan 4 Halte TransJ Ancaman Terhadap Publik
Foto: detikcom
Jakarta - Kriminolog Universitas Indonesia yang juga anggota Kompolnas, Adrianus Meliala, melihat aksi penembakan halte bus TransJ adalah bentuk ancaman terhadap masyarakat. Polisi wajib mengusut masalah ini hingga tuntas.

"Iya dong mengancam. Pertama kalau itu random, kalau kita bicara random itu akibat dua hal, dia mabuk atau dia marah. Seperti di Colorado atau di Virginia. Orang marah kepada orang lain atau lingkungannya tapi tidak berani melampiaskan, lalu dia melampiaskan secara random. Di Indonesia ini jarang sekali, maka kemungkina ini target top," kata Adrianus kepada detikcom, Minggu (5/8/2012).

Menurut Adrianus, penembakan seperti ini perlu diusutt. Kemudian polisi menjelaskan kepada masyarakat hasilnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi perlu dijelaskan oleh polisi dengan melihat waktu tempat kemudian proyektilnya, lalu kira-kira siapa yang melakukan. Lalu apakah itu target atau sengaja menarget tempat itu, atau hanya tembakan asal-asalan," katanya.

Dia yakin polisi sudah membaca hal seperti ini. Melihat sebaran tembakan untuk menentukan apakah itu target top (menarget) atau random (asal).

"Itu bisa ditarik ke belakang. Kira-kira siapa yang menjadi target lalu siapa yang menjadi pelaku. Kalau random kok sasarannya halte TransJ, Saya kira penting dilakukan polisi dengan olah TKP. Saya yakin sudah dibaca polisi, sudah dicari sebaran tembakannya untuk menentukan apakah itu target top atau random. Kemudian kira-kira bisa masuk apa motifnya, apa modusnya, dan siapa pelakuanya," ungkapnya.

Sabtu (4/8) malam, penembakan dengan target halte bus TransJakarta kembali terjadi. Tidak hanya satu, tetapi ada empat halte yang ditembaki pelaku.

"Ada 4 halte di Jl MT Haryono, yakni Tebet BKPM, halte Cawang Ciliwung, stasiun Cawang, dan Cawang Otista yang berdekatan," ujar Kepala Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta, M Akbar, saat dihubungi detikcom, Minggu (5/8/2012).

Diduga kuat pelaku menggunakan senapan angin, karena saat peristiwa berlangsung saksi mata tidak mendengar suara letusan laiknya senjata api.

(van/vit)


Berita Terkait