Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu (4/8/2012) saat aliran listrik PLN padam. Ketika itu genset yang menyala untuk mengganti aliran listrik otomatis menyala. Namun di luar dugaan genset itu mengeluarkan api.
Suwati, karyawan di rumah tersebut dan satu rekannya yang berada di luar rumah hendak memadamkan generator listrik. Namun api langsung menjalar menutupi pintu rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena panik, Suwati langsung lari mencari pertolongan. Akibatnya warga di sekitar lokasi panik karena letak rumah yang terbakar berada di pemukiman padat penduduk.
"Api langsung membesar padahal di dalam masih ada majikan saya, anak dan cucunya. Saya tidak tahu kondisi mereka, saya panik, langsung lari cari pertolongan," tutur Suwati.
Pemadam kebakaran dibantu warga akhirnya bisa memadamkan api setelah berjuang selama dua jam. Di dalam rumah, petugas pemadam menemukan pemilik rumah, Cik Liu atau Lousiana (51), tiga cucunya yaitu Gabriel (10 bulan), Vini (34), Gio (2,5 bulan), dan tiga baby sister bernama Tari (20), Desi (20), dan Rafiah (20).
Posisi mayat saat ditemukan saling berdempet dan berpelukan di depan kamar mandi. Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Semarang, Heri menduga lima penghuni rumah berdoa saat api menghanguskan mereka, sedangkan satu baby sister dan satu anak asuhnya diduga hendak ke kamar mandi.
"Berkumpul di depan kamar mandi. Lima di bawah tangga dan dua orang menuju kamar mandi," katanya.
(alg/ndr)











































