"Sore ini saya menyurati Presiden Thein Sein, agar masalah etnis Rohingya ini diselesaikan dengan sebaik-baiknya," kata Presiden SBY di kedeiaman pribadinya di Cikeas, Kab. Bogor, Sabtu (4/8/2012).
Di dalam surat tersebut, Presiden SBY mengusulkan agar Myanmar mengundang negara-negara OKI untuk meninjau langsung lokasi konflik. Agar negara-negara yang mayoritasnya berpenduduk Islam itu dapat menyaksikan dan tahu apa yang sebenarnya terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya presiden paparkan langkah diplomatik yang telah dan sedang Indonesia jalankan. Yaitu menugaskan jajaran Kemenlu aktif melakukan pendekatan kepada pemerintah Myanmar agar dapat memberikan perlindungan kepada etnis Rohingya yang merupakan minoritas.
Pada bulan Maret yang lalu telah menfasilitasi delegasi Komnas HAM dan Perempuan-Anak dari Myanmar melaksanakan studi di Indonesia. Khusus mempelajari pengalaman Indonesia di dalam menyelesaikan konflik komunal dan rekonsiliasi antar pihak yang semula bertikai.
"Di saat banyak pengungsi dan pencari suaka dari Rohingya yang ditolak sebagian negara di Asia Tenggara, Indonesia menerimanya. Tercatat saat ini ada 270 orang pencari suaka dan 120 pengungsi asal Rohingya. Pemerintah dan PBB bekerjasama memberikan status, menyalurkan ke pihak ke tiga dan lain sebagainya," papar SBY.
(lh/ndr)










































