"Hikmah kasus ini baik sekali, meniru pemberantasan korupsi di Hong Kong, prioritas utama kita arahkan ke polisi, baik represif maupun preventif," kata mantan Wakil Ketua KPK, Erry Riyana Hardjapamekas, dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Sabtu (4/8/2012).
Erry menilai kasus dugaan simulator SIM yang melibatkan pejabat tingi Polri ini membuka peluang bagi KPK untuk meniru upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK Hong Kong, yaitu mengutamakan pemberantasan korupsi di wilayah penegak hukum. Namun, untuk mewujudkan hal itu, Erry menilai ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu dukungan penuh presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh, Erry berharap Presiden SBY dapat terjun lebih jauh menengahi KPK dan Polri. Dia berharap Presiden dapat menginstruksikan kepada Kapolri agar mendukung KPK mengusut tuntas kasus korupsi bernilai Rp 196 miliar itu.
"Presiden jangan cuma mengimbau, instruksi saja langsung kepada Kapolri," tuturnya.
(tor/ndr)
