"Perlu semacam key performance indicator yang transparan dan objektif, tidak melihat latar belakang apapun," kata Yunarto Wijaya, Sabtu (4/8/2012), menanggapi rencana pengetatan seleksi bakal caleg PD.
Menurut konsultan politik dari Charta Politica ini, banyak hal yang bisa dijadikan paramater untuk menilai kapasitas dan kapabilitas seorang kader sebagai bakal caleg. Di antaranya adalah kinerja, kompetensi dan persepsi publik atau masyarakat sekitar terhadap sosok kader yang bersangkutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan memacu anggota legislatif lama untuk bekerja di dapil masing-masing secara lebih dini dan secara tidak langsung menjadi ajang konsodilasi bagi kerja elektoral partai yang sedang turun citranya," jelas Yunarto.
Transpransi dan obyektifitas parameter seleksi sangat penting, agar tidak ada kecurigaan terhadap kader yang lolos seleksi. Sedangkan yang tidak lolos seleksi bisa mengetahui kekurangannya dan bisa memperbaiki diri untuk mengikuti seleksi periode berikutnya.
"Tapi yang betul-betul dianggap buruk performanya, harus dibatasi untuk tidak jadi caleg lagi," sambungnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, di dalam acara berbuka puasa bersama politisi PD, Ketua Dewan Pembina PD Susilo B. Yudhoyono menyampaikan adanya penataan rekrutmen kader yang akan ditempatkan di lembaga eksekutif dan legislatif. Teknis penertibannya akan dilaksanakan Majelis Tinggi PD dan efektif pada 2013 saat seleksi bakal caleg dimulai.
"Akan dikeluarkan edaran tentang perekrutan kader yang nanti akan ditempatkan di parlemen maupun eksekutif. Diberlakukan merit sistem, itu kan bagus. Tapi kalau ada yang tidak berkenan, silahkan keluar," kata Ketua DPP PD, Sutan Bhatoegana, Jumat (3/8/2012) malam.
(lh/ndr)











































