Kapal LCT yang sedang bersandar di dermaga, sebelumnya mengangkut 4.200 Kilo Liter (KL) BBM Premium. Kapal tersebut melakukan bongkar muat 4.028 KL dan berjalan lancar hingga pukul 15.00 WITA.
"Tiba-tiba ada ledakan di ruang pompa di atas LCT," kata Asisten Manager Eksternal Pertamina Pemasaran Kalimantan Bambang Irianto saat dihubungi detikcom, Jumat (3/8/2012) malam WITA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluar api, tapi tim kita langsung berupaya memadamkannya. Tidak lama, beberapa menit kemudian, sudah berhasil dipadamkan," ujar Bambang.
Menurut Bambang, tidak ada pengerjaan selain proses bongkar muat BBM Premium dari LCT tersebut. Insiden itu sempat mengejutkan karyawan kapal dan teknisi Pertamina yang berada di sekitar lokasi saat itu.
"Pertamina masih menyelidiki penyebab dari ledakan itu. Kita belum bisa mengeluarkan kesimpulan sementara terkait musibah itu," tambahnya.
"Yang jelas, prosedur bongkar muat dari LCT, sudah dilakukan berdasarkan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang baku," terangnya.
LCT Gemilang Perkasa, merupakan mitra rekanan yang terikat kontrak dengan Pertamina, untuk pengangkutan BBM. Sehingga, insiden yang terjadi, merupakan tanggungjawab pihak LCT.
"Mereka mitra kita, transportir BBM. Jadi, kapal itu bukan milik Pertamina," sebut Bambang.
Dua korban tewas, Amiruddin dan Marzuki, merupakan ABK. Sedangkan 2 korban luka adalah Lukman (37) dan Daniel (53), sedang dalam perawatan medis.
"Daniel karyawan Pertamina di Depot Samarinda, bertugas di posisi Quality Control. Dia mengalami luka di lengan kanannya. Perobatannya ditanggung Pertamina," terang Bambang.
"Untuk korban meninggal, itu tanggungjawab dari pihak LCT. Ada klausul kontrak, kapal dan pekerjanya diasuransikan," jelasnya.
Penyelidikan yang akan berlangsung, turut melibatkan tim teknisi dari kantor pusat PT Pertamina (Persero) di Jakarta, mengingat adanya korban meninggal dunia pascakejadian.
"Ada tim Pertamina dari Jakarta. Besok sudah tiba di Balikpapan, langsung ke Samarinda untuk melakukan penyelidikan,"
"Yang jelas, insiden itu, tidak mengganggu pasokan BBM khususnya Premium untuk masyarakat Samarinda dan sekitarnya. Masyarakat tidak perlu khawatir," tutup Bambang.
Sementara itu, Lukman, salah seorang korban luka akibat kejadian ini dilaporkan mengalami luka bakar 90 persen. Dia kini masih dirawat di RS Dirgahayu, Samarinda.
(mad/mad)











































