Protes Penguburan Tanpa Izin
Keluarga Lilis Datangi Deplu
Jumat, 27 Agu 2004 08:09 WIB
Jakarta - Keluarga Lilis Eka Nestyana, buruh migran di Malaysia didampingi Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat (Migrant Care) akan kembali mendatangi Departemen Luar Negeri (Deplu). Mereka memprotes sikap KBRI di Kuala Lumpur yang membiarkan jenazah Lilis dikuburkan tanpa persetujuan keluarga. "Kemarin sore kami sudah kesana tapi tidak ada jawaban," ujar Koordinator Migrant Care Anis Hidayah dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (27/8/2004) pagi. Rencananya rombongan itu akan mendatangi deplu di Jl. Taman Pejambon, Jakarta, pukul 10.00 WIB. Migrant Care akan mendampingi Yatimin, ayah Lilis. "Pihak keluarga didampingi Migrant Care akan mengajukan protes dan gugatan kepada deplu dan KBRI atas kelalaian dalam menjalankan tugas perlindungan terhadap warga negaranya di luar negeri," kata Anis. Migrant Care menilai KBRI telah mengabaikan hak warga negaranya untuk mendapatkan pembelaan dan perlindungan. Padahal, pihak keluarga telah melayangkan tuntutan pemulangan jenazah Lilis sejak minggu lalu. Lilis meninggal dunia karena terjatuh dari lantai 15 Apartment Genting View di kawasan Genting Highland, 12 Agustus 2004 lalu. Penyebab kematiannya masih belum jelas. Pihak KBRI baru mengetahui kabar kematian Lilis 4 hari kemudian. Itupun berdasarkan informasi Alex Ong, perwakilan Migrant CARE di Malaysia.
(rif/)











































