Tengoklah Kartiman (53) yang mengabaikan teriknya panasnya terik matahari Jakarta demi mengatur lalu lintas. Pria berpangkat Aiptu ini dengan seragam lengkap plus rompi hijaunya tampak serius memastikan laju kendaraan agar tetap lancar dan teratur.
Bagi pria asal Wonogiri ini, cuaca panas maupun hujan, siang dan malam, adalah teman akrab bagi profesi yang digelutinya. Tak ada alasan ataupun keluhan yang terucap dari pria yang memiliki dua anak ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kartiman tak bekerja sendiri. Tampak dua orang polisi lainnya juga sedang sibuk mengatur jalannya lalu lintas di perempatan Slipi, Jl Letjen S Parman, Jakarta Barat.
Jam kerja Kartiman tidak menentu. Terkadang ia harus bekerja seharian penuh. Namun saat ini ia hanya bekerja selama 8 jam.
"Nanti jam 14.00 WIB saya baru pulang. Dari jam 06.00 WIB kerjanya. Kalau pas piket baru dari jam 6 sampai jam 6 lagi. Seminggu sekali saya seperti itu," imbuh Kartiman.
Meski panas, pria ini justru lebih suka bekerja di siang hari. "Soalnya kalau ada laka (kecelakaan) banyak yang bantu, kalau malam kan sedikit. Bebannya lebih berat," tambahnya.
Memasuki bulan Ramadan, Kartiman juga tetap menjalankan kewajiban ibadahnya sebagai seorang muslim yakni berpuasa. Namun saat orang lain sibuk mudik di penghujung Ramadan, Kartiman justru sebaliknya..
"Alhamdulillah. Saya dari dulu bulan puasa tetap puasa. Ngga pernah bolong alhamdulillah. Rahasianya? Ya kalau ada niat insya Allah enggak ada halangan," jelas Kartiman.
"Kalau lebaran ya saya enggak bisa pulang. Libur juga kan kalau lepas piket. Libur hari raya justru harus siaga 1," sambungnya.
detikcom juga melakukan pengamatan di daerah fly over Semanggi hingga Gerbang Tol Semanggi I. Tampak dua hingga tiga orang polisi sibuk mengatur laju kendaraan saat lalu lintas sedang padat-padatnya. Namun karena sibuk, mereka enggan untuk diwawancara.
Selamat bertugas, Pak Polisi!
(dhu/gah)











































