"Komisi III mengakhiri kunjungan kerja spesifik di Sumsel, dengan menggelar pertemuan dengan jajaran polda Sumsel, tim asistensi Mabes Polri dan Komnas HAM. Rombongan saya pimpin dan anggotanya Adang Darajatun, Ruhut, Nudirman, Ahmad Yani, Bachrudin Nashori, Buchori," kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Tjatur Sapto Edy, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/8/2012).
Komisi III memantau banyak hal di lokasi di Ogan Ilir. Juga menggelar rapat dengan PTPN, Komnas HAM, dan Polda Sumsel.
"Ogan ilir itu kita kemarin ke lokasi penembakan yang mengakibatkan satu meninggal, empat orang tertembak, satu amputasi, dua sudah sembuh. Kita ke PTPN, meeting dengan Komnas HAM dan Kapolda. Mereka memberikan gambaran ada logam panas menembus dan tajam dan tajam dan itu mengakibatkan hancurnya tulang tengkorak dan pendarahan otak di anada Angga," ungkap Tjatur.
Komisi III menekankan kepada Kapolda supaya tidak serta merta ada masalah sedikit diturunkan Brimob. "Rakyat kita kan bukan musuh. Konflik lahan harus bisa berbagi, masyarakat menggarap dan hasilnya dijual ke PTPN,"katanya.
"Polisi kita menekankan sisi humanis dikedepankan. Jangan dikit-dikit pakai senjata. Itu masa lalu dan direction dari kapolri ke daerah korban jelas agar dibantu,"lanjut Tjatur.
Menurut Tjatur ditemukan fakta bahwa adanya penggunaan peluru tajam. Namun si penembak belum ditemukan dan masih dalam penelusuran.
"Yang nembak belum ketemu. Tapi dalam dua atau tiga hari lagi ketemu," tandasnya.
(van/fdn)











































