Sistem operasi kapal-kapal ini disebut sebagai 'pedoman gyro' yang berarti kapal bisa dikemudikan secara autopilot jika kapal sudah stabil.
"Saat kapal autopilot, maka dengan satu jari kita bisa pindahkan haluan kapal ke kiri atau ke kanan seperti ini," ujar kapten kapal KM Binaiya, Kapten JP Makahinda, saat mendemonstrasikan operasi kapal di atas KM Binaiya, kepada detikcom, Kamis (2/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
lingkaran kecil untuk kapten meletakkan jarinya. Sementara di sebelah kiri terdapat layar yang menunjukkan kecepatan kapal.
"Kecepatan kapal saat autopilot sudah dalam kecepatan penuh yaitu 12,5
knot atau kira-kira 24 km/jam. Kecepatan ini tergantung dari arah dan
kecepatan angin," tutur sang kapten.
Sistem operasi autopilot bisa dijalankan jika posisi kapal sudah berada kira-kira satu jam dari daratan. "Kapal tipe 1.000 yang dioperasikan PT Pelni ini memiliki kestabilan cukup baik. Dirancang sedemikian rupa dan ditunjang oleh alat keselamatan bagi penumpang dan regu," ungkapnya.
Kapal buatan Jerman tahun 1994 tersebut kini menjadi andalan PT Pelni dalam
angkutan penumpang antar pulau, termasuk angkutan Lebaran nanti. Kapal ini akan melayani rute dari Jawa ke Kalimantan, Sumatera, Sulawesi hingga Papua.
"Keamanan kapal sangat dijamin, dan hampir setiap triwulan kami
periksa, dan setiap trip (perjalanan) kami latihan untuk siap
digunakan. Maka ketika dalam operasional, semua harus siap digunakan,"
ucap Makahinda.
(vid/nrl)










































