Wow! Kapal Besar Ini Bisa Dikendalikan dengan Satu Jari

Wow! Kapal Besar Ini Bisa Dikendalikan dengan Satu Jari

M Iqbal - detikNews
Jumat, 03 Agu 2012 09:10 WIB
Wow! Kapal Besar Ini Bisa Dikendalikan dengan Satu Jari
Foto: detikcom (M Iqbal)
Jakarta - PT Pelni memiliki kapal yang mampu dioperasikan hanya dengan satu jari. Kapal tersebut adalah tipe 2.000, tipe 1.000, dan tipe 500, yang artinya kemampuan mengangkut penumpang.

Sistem operasi kapal-kapal ini disebut sebagai 'pedoman gyro' yang berarti kapal bisa dikemudikan secara autopilot jika kapal sudah stabil.

"Saat kapal autopilot, maka dengan satu jari kita bisa pindahkan haluan kapal ke kiri atau ke kanan seperti ini," ujar kapten kapal KM Binaiya, Kapten JP Makahinda, saat mendemonstrasikan operasi kapal di atas KM Binaiya, kepada detikcom, Kamis (2/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikcom di kapal besar tersebut, alat yang digerakkan itu berupa lingkaran berwarna hitam dengan diameter sekitar 6 cm. Pada lingkaran itu ada lima
lingkaran kecil untuk kapten meletakkan jarinya. Sementara di sebelah kiri terdapat layar yang menunjukkan kecepatan kapal.

"Kecepatan kapal saat autopilot sudah dalam kecepatan penuh yaitu 12,5
knot atau kira-kira 24 km/jam. Kecepatan ini tergantung dari arah dan
kecepatan angin," tutur sang kapten.

Sistem operasi autopilot bisa dijalankan jika posisi kapal sudah berada kira-kira satu jam dari daratan. "Kapal tipe 1.000 yang dioperasikan PT Pelni ini memiliki kestabilan cukup baik. Dirancang sedemikian rupa dan ditunjang oleh alat keselamatan bagi penumpang dan regu," ungkapnya.

Kapal buatan Jerman tahun 1994 tersebut kini menjadi andalan PT Pelni dalam
angkutan penumpang antar pulau, termasuk angkutan Lebaran nanti. Kapal ini akan melayani rute dari Jawa ke Kalimantan, Sumatera, Sulawesi hingga Papua.

"Keamanan kapal sangat dijamin, dan hampir setiap triwulan kami
periksa, dan setiap trip (perjalanan) kami latihan untuk siap
digunakan. Maka ketika dalam operasional, semua harus siap digunakan,"
ucap Makahinda.

(vid/nrl)


Berita Terkait