Sementara dua pimpinan Banggar lain dari yakni Tamsil Linrung (PKS) dan Olly Dondokambey (PDIP) masih dipertahankan. Fraksi lain juga belum merotasi total keanggotaan di Banggar.
"Penarikan Mekeng dan Mirwan dari Banggar DPR hendaknya dijadikan momentum untuk membangun citra Banggar yang lebih terbuka ke depan. Jangan sampai kedua tokoh pimpinan Banggar ini yang sudah diganti pada posisinya sebagai pimpinan Banggar ternyata tidak membawa perubahan sama sekali," kata Ketua Fraksi Gerindra MPR RI, Martin Hutabarat, kepada detikcom, Jumat (3/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu namanya pergantian yang tidak bermakna. Pergantian Mekeng dan Mirwan jgn juga disikapi keliru seolah-olah mereka sudah dianggap bersalah pada hal mereka belum pernah disidik oleh KPK dalam kasus Banggar yang banyak menghebohkan sekarang. Penarikan dari Banggar ini saya kira ada hikmahnya bagi kedua rekan tersebut, agar mereka jangan terus menerus dijadikan sorotan dalam berbagai kasus Banggar di DPR yang belum tentu semua diketahuinya," kata Martin.
Setelah Mirwan Amir ditarik oleh FPD DPR, Golkar menarik Melchias Marcus Mekeng dari posisi Ketua Banggar. Melchias akan digantikan oleh Ahmadi Noor Supit.
Ketua Banggar yang baru, Ahmadi Noor Supit, memang menilai citra Banggar saat ini tidak terlalu baik. Oleh karenanya dia memang ingin memperbaiki citra Banggar.
"Selama ini terlalu banyak intrik, isu, dugaan korupsi itu sangat menganggu. Sehingga konsentrasi Banggar sangat terganggu. Kita akan pelan-pelan bicarakan untuk mengembalikan citra Banggar," kata Ahmadi kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Ahmadi yang pernah menjadi anggota Banggar periode 1999-2004 ini menilai kondisi Banggar saat ini sangat berbeda dengan dulu. Menurutnya, dulu tidak ada permainan di Banggar.
"Ketika saya menjabat 1999-2004 tidak pernah ada permainan di Banggar. Tapi suasana sudah lain," ujarnya.
(van/mok)










































