Kasus Driving Simulation Momentum Polri Bersihkan Diri

Kasus Driving Simulation Momentum Polri Bersihkan Diri

- detikNews
Jumat, 03 Agu 2012 07:56 WIB
Kasus Driving Simulation Momentum Polri Bersihkan Diri
Jakarta - Penentuan tersangka dalam kasus dugaan korupsi driving simulation R2 dan R4 Korlantas oleh Mabes Polri dinilai kontroversial. Namun tetap menjadi momentum untuk kepolisian membersihkan diri dengan cara menyerahkan KPK yang mengurus kasus tersebut.

"Pengusutan kasus Korlantas adalah momentum yang baik bagi Polri untuk memulai sejarah pembersihan diri. Tanpa mengurangi hormat saya pada Polri dan saya percaya bahwa Polri akan bersungguh-sungguh mengusut ini, akan tetapi di mata publik akanlah berbeda apabila Polri legowo dan ikhlas menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini pada KPK," kata anggota komisi III DPR RI, Didi Irawadi Syamsuddin, pada detikcom, Jumat (3/8/2012).

Didi meyakini jika kasus ini ditangani KPK, publik akan memberikan respon positif kepada kepolisian. Ia pun meminta Bhayangkara mendukung pengusutan kasus tersebut oleh KPK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya yakin apabila KPK yang menangani maka publik akan memberikan apresiasi pada Polri, sehingga tidak timbul spekulasi buruk yang bisa memperburuk citra Polri. Apalagi Bapak Kapolri dengan bijak mengatakan mendukung sepenuhnya pengusutan kasus tersebut. Oleh karenanya, seluruh jajaran korps Bhayangkara harus ikhlas ikut mendukung," ujar anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrat tersebut.

Kesamaan nama tersangka yang diumumkan KPK dan Polri menunjukkan UU KPK yang harus digunakan. Didi juga menilai MoU KPK dengan Polri tidak memiliki posisi hukum lebih tinggi dari UU KPK.

"Dua institusi ini ternyata memiliki tersangka yang sama. Bila objek hukum dan pelakunya sama maka Undang-undang KPK yang seharusnya dipatuhi. Jadi, jika memang objek dan pelaku sama, maka UU KPK yang harus dipakai. Nota kesepahaman antara KPK dan Polri, posisinya lebih rendah dari UU KPK," imbuh Didi.

(vid/mok)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads